Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkab Lamsel Minta Data KPM Akurat, Bantuan Pangan Segera Cair
Ilustrasi Bantuan Sosial (Bansos). (IDN Times/Helmi Shemi)
  • Pemkab Lampung Selatan menyalurkan bantuan pangan Februari–Maret 2026 untuk 184.677 keluarga penerima manfaat guna meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
  • Setiap keluarga akan menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan pada akhir April 2026 sebagai bentuk percepatan realisasi program bantuan.
  • Pemerintah daerah menekankan pentingnya akurasi data penerima agar distribusi tepat sasaran, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi kelancaran penyaluran hingga tingkat desa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan program bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 bakal menjangkau 184.677 keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi harga bahan pokok yang masih fluktuatif.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, Zulvina Ratnasari mengatakan, program bantuan pangan bukan sekadar soal membagikan beras dan minyak goreng, tapi juga soal memastikan mekanisme distribusi jelas dan tidak menimbulkan masalah di lapangan.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami mekanisme penyaluran, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membuka ruang diskusi agar program berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran,” kata Zulvina, Senin (13/4/2026).

1. KPM dapat 20 kg beras dan 4 liter minyak

Ilustrasi Bantuan Sosial Pemerintah berupa Pangan. (Pexels/Cottonbro studio)

Zulvina menjelaskan, bantuan pangan akan mulai disalurkan pada minggu ketiga hingga minggu keempat April 2026.

Dalam program ini, setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan.

Namun, karena bantuan untuk periode Februari dan Maret disalurkan sekaligus, maka setiap penerima nantinya akan memperoleh 20 kilogram beras, 4 liter minyak goreng. Menurutnya, penyaluran ganda ini diharapkan bisa mempercepat realisasi program, sekaligus memberikan bantuan yang lebih terasa langsung bagi masyarakat.

2. Bantuan pangan bukan solusi akhir, tapi jaring pengaman

Ilustrasi Bantuan Sosial (Bansos). (IDN Times/Aditya Pratama)

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lampung Selatan, Tri Umaryani, menegaskan bantuan pangan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pangan yang terjadi di pasaran,” ujar Tri.

Namun, Tri menekankan bantuan pangan bukan tujuan akhir. Menurutnya, bantuan ini lebih sebagai stimulus atau jaring pengaman sosial agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar.

Ia berharap, dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat bisa mengalihkan sebagian pengeluaran untuk kebutuhan lain yang lebih produktif, seperti pendidikan anak atau aktivitas ekonomi keluarga.

3. Data penerima jadi sorotan

Ilustrasi bantuan sosial. (IDN Times/ Agung Sedana)

Tri juga mengingatkan soal pentingnya akurasi data penerima manfaat. Ia meminta Dinas Sosial bersama pemerintah kecamatan dan desa untuk aktif memperbarui dan memvalidasi data secara berkala.

Sebab, jika data tidak diperbarui, risiko salah sasaran akan semakin besar dan justru memunculkan polemik di masyarakat. Selain itu, Tri juga berharap dukungan penuh dari Forkopimda, Perum Bulog, serta seluruh perangkat daerah agar distribusi bantuan bisa berjalan lancar hingga ke tingkat desa.

"Pemkab Lampung Selatan optimistis penyaluran bantuan pangan tahun 2026 dapat berjalan lebih tertib, terkoordinasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tandasnya.

Editorial Team