Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Krakatau Historical Corner, Ikon Baru Wisata Edukasi Lamsel?

Krakatau Historical Corner, Ikon Baru Wisata Edukasi Lamsel?
Ilustrasi museum (pexels.com/Greta Hoffman)
Intinya Sih
  • Pemkab Lampung Selatan menyiapkan ruang edukasi modern bernama Krakatau Historical Corner di kantor bupati untuk memperkenalkan sejarah daerah dengan konsep visual kekinian dan interaktif.
  • Konsep mini museum ini dikembangkan bersama Universitas Indonesia Mandiri, menghadirkan storytelling visual, animasi, voice over, serta akses informasi digital berbasis QR code agar pengalaman belajar lebih hidup.
  • Program ini bertujuan mengubah citra Krakatau dari simbol bencana menjadi identitas dan kekuatan daerah yang mencerminkan sejarah, kemajuan, serta potensi Lampung Selatan di mata publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan sedang menyiapkan terobosan baru bidang edukasi sejarah. Sebuah ruang berbasis visual modern bertajuk “Krakatau Historical Corner” akan segera dihadirkan di lingkungan kantor bupati, dengan konsep lebih kekinian dan interaktif.

Tak sekadar menyajikan informasi, program ini juga ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap Krakatau. Dari yang selama ini dikenal sebagai simbol bencana, menjadi identitas sekaligus kekuatan daerah punya nilai sejarah dan potensi besar.

1. Audiensi bahas konsep mini museum modern

Ilustrasi museum
Ilustrasi museum (pexels.com/Gantas Vaičiulėnas)

Rencana tersebut disampaikan dalam audiensi antara Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Supriyanto, dengan Rektor Universitas Indonesia Mandiri (UIM), Rustono Farady Marta, di ruang kerja Sekda, Selasa (7/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pihak UIM memaparkan konsep “Krakatau Historical Corner” sebagai mini museum modern mengusung pendekatan storytelling visual. Penyampaian sejarah akan dibuat lebih menarik dengan alur kronologis runtut.

Mulai dari peristiwa letusan Krakatau, perkembangan wilayah, hingga perjalanan kepemimpinan di Lampung Selatan dari masa ke masa akan dikemas dalam satu kesatuan cerita yang mudah dipahami.

2. Hadirkan pengalaman interaktif dan digital

ilustrasi digital teknologi
ilustrasi digital teknologi (unsplash.com/JESHOOTS.COM)

Menariknya, konsep ditawarkan tak hanya berhenti di tampilan visual statis. Ruang ini dirancang interaktif dan komunikatif, sehingga pengunjung bisa merasakan pengalaman belajar lebih hidup.

Nantinya, pengunjung bisa menikmati narasi melalui voice over, animasi visual, hingga akses informasi digital berbasis QR code. Dengan begitu, eksplorasi sejarah bisa dilakukan lebih dalam dan fleksibel.

Selain itu, akan ada juga video pembuka, peta perkembangan wilayah, serta dokumentasi perjalanan para bupati. Semua elemen ini dikemas secara modern untuk memperkuat identitas daerah.

3. Ubah citra Krakatau jadi simbol kekuatan daerah

Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau (Dok.Kemenparekraf)

Rektor UIM, Rustono Farady Marta, menyebut konsep ini bertujuan membangun perspektif baru tentang Krakatau. Menurutnya, Krakatau bukan hanya soal bencana, tapi juga sumber kehidupan dan kemakmuran bagi masyarakat Lampung Selatan.

Sekda Supriyanto menilai program ini punya nilai strategis. Selain memperkuat identitas daerah, kehadirannya juga bisa meningkatkan kualitas informasi bagi masyarakat maupun tamu yang datang.

Menurutnya, konsepnya sudah sangat jelas dan bagus. Ini akan memberikan nilai tambah, terutama saat ada tamu yang datang.

"Krakatau Historical Corner bukan sekadar media informasi, tapi juga langkah untuk mengangkat citra daerah agar semakin dikenal luas. Ini bukan sekadar memperkenalkan sejarah, tetapi bagaimana kita mengangkat Kabupaten Lampung Selatan agar lebih dikenal. Dampaknya bisa sangat besar,” tambahnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest Travel Lampung

See More