Pecel Siram hingga Es Dawet, UMKM Bintang Halalbihalal Pemkab Lamsel

- Kegiatan halalbihalal Pemkab Lampung Selatan menampilkan UMKM lokal dengan kuliner khas seperti pecel siram dan es dawet, menjadi pusat perhatian sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
- Bupati Radityo Egi Pratama dan Ketua TP PKK Zita Anjani menegaskan pentingnya melibatkan UMKM dalam acara besar daerah agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh warga.
- Antusiasme tinggi terlihat dari warga lokal hingga luar daerah yang memadati Lamban Rakyat, membawa suasana hangat penuh kebersamaan serta memperkuat hubungan pemerintah dan masyarakat.
Lampung Selatan, IDN Times - Kuliner dari pelaku Usaha, Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) lokal menjadi sorotan utama dalam kegiatan halalbihalal digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di Lamban Rakyat, Sabtu (21/3/2026).
Di tengah suasana silaturahmi Idul Fitri 2026, deretan lapak makanan tradisional dipadati pengunjung, menghadirkan warna tersendiri dalam perayaan tersebut.
Kehadiran UMKM dalam kegiatan ini tidak lagi sekadar pelengkap acara. Mereka menjadi pusat interaksi, penggerak ekonomi, sekaligus simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
1. Strategi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani, terlihat berkeliling dari satu lapak ke lapak lainnya. Keduanya tak sekadar menyapa, tetapi juga mencicipi langsung aneka sajian khas yang dijajakan pelaku UMKM.
Mulai dari pecel siram hingga es dawet, beragam kuliner yang disajikan UMKM lokal mendapat perhatian khusus. “Tadi kami coba pecel siram, es dawet, semuanya enak. Pedagangnya juga terlihat senang,” ujar Egi.
Menurutnya, momentum Hari Raya Idul Fitri 2026 tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Di hari kemenangan ini kita rayakan bersama masyarakat Lampung Selatan. UMKM yang ada di sini kita libatkan agar bisa dinikmati bersama sekaligus membantu mereka untuk promosi,” kata Egi.
2. Pentingnya menghadirkan UMKM dalam setiap kegiatan besar daerah

Hal senada disampaikan Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani. Ia menekankan pentingnya menghadirkan UMKM dalam setiap kegiatan besar daerah agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin masyarakat yang hadir bisa menikmati sekaligus mengenal UMKM yang ada di Lampung Selatan, supaya kita bisa bahagia bersama,” ujarnya.
Antusiasme tak hanya datang dari pengunjung, tetapi juga dirasakan para pedagang. Hatta, salah satu penjual es dawet, mengatakankehadiran acara tersebut memberikan dampak nyata bagi usahanya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur sudah diberi kesempatan berjualan di sini. Ini sangat membantu perekonomian kami,” jelasnya.
3. Warga Pringsewu rela datang ke Kalianda

Masyarakat dari berbagai wilayah memadati Lamban Rakyat, Kalianda, dalam kegiatan halalbihalal yang digelar Pemkab Lampung Selatan. Antusiasme tak hanya datang dari warga lokal, sejumlah masyarakat dari luar daerah pun rela menempuh perjalanan jauh
Sejak pagi, arus kedatangan warga tak terputus. Mereka datang berkelompok, bersama keluarga, bahkan ada yang sengaja pulang kampung lebih awal demi tidak melewatkan momen silaturahmi tersebut. Suasana penuh kehangatan langsung terasa begitu memasuki area kegiatan yang dipadati warga dengan tertib.
Anis Puspita, perantau yang kini tinggal di Pringsewu, mengaku sengaja datang lebih awal demi bisa bertemu langsung dengan Bupati Egi. Ia bahkan menyempatkan diri pulang kampung ke Lampung Selatan untuk menghadiri acara tersebut.
“Saya aslinya dari Kecamatan Sragi, sekarang di Pringsewu. Sengaja pulang dan mampir ke sini karena ingin bertemu langsung. Antusias sekali menunggu hari ini, ternyata setelah sampai, Masyaallah ramai sekali,” ujarnya.
4. Ada warga bawa buah tangan khas daerah

Antusiasme serupa juga ditunjukkan Sarman, warga Kecamatan Way Panji Lampung Selatan,. Ia tetap datang bersama keluarga meski harus menempuh perjalanan dalam kondisi hujan.
Bagus Kisworo, warga Kalianda, menyebut kehadirannya sebagai bentuk penghormatan atas undangan yang diberikan bupati. Ia menilai momen seperti ini jarang terjadi dan memiliki nilai kedekatan emosional yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
Tak hanya warga individu, rombongan masyarakat dari Kecamatan Rajabasa juga turut hadir dipimpin langsung Camat Rajabasa, Firdaus. Mereka membawa buah tangan khas daerah berupa makanan tradisional dan pisang hasil bumi Lampung Selatan, simbol kebersamaan sekaligus kebanggaan lokal.


















