Lomba Desa HELAU Lamsel Berhadiah Rp10 Miliar, Warga Diajak Kompak

- Pemerintah Lampung Selatan menggelar Lomba Desa HELAU 2026 dengan total hadiah pembangunan jalan senilai Rp10 miliar untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan warga.
- Program ini disosialisasikan ke 17 kecamatan melalui delapan titik kegiatan, dengan tahapan penilaian administrasi hingga verifikasi lapangan oleh tim juri untuk menentukan 10 desa terbaik.
- Lima desa terbaik akan mempresentasikan hasilnya di hadapan bupati, dan pemenang memperoleh pembangunan jalan lingkungan bernilai hingga Rp1 miliar sebagai bentuk apresiasi nyata bagi desa berprestasi.
Lampung Selatan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menghidupkan lagi budaya gotong royong warga melalui lomba Desa HELAU 2026. Hadiahnya tak main-main, yakni program pembangunan jalan lingkungan senilai total Rp10 miliar.
Program Desa HELAU yang merupakan singkatan dari Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul itu disiapkan sebagai cara untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Mulai dari kebersihan desa, ketertiban, penghijauan, hingga keterlibatan warga dalam membangun kampungnya sendiri.
"Bapak bupati berpesan, ingin Desa HELAU menjadi gerakan bersama masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial pemerinta," kata, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, M Darmawan, Selasa (26/5/2026).
1. Membangun kesadaran kolektif warga agar kembali terbiasa menjaga lingkungan

Menurut Darmawan, semangat utama dari program tersebut adalah membangun kesadaran kolektif warga agar kembali terbiasa menjaga lingkungan secara bersama-sama. Ia mengimbau para camat untuk menyampaikan program tersebut kepada masyaraka serta menjelaskan tentang Desa Helau.
"Jangan sampai masyarakat tidak mengerti, seolah-olah program ini berhenti di pemerintah saja,” ujar Darmawan di hadapan jajaran perangkat daerah dan para camat yang mengikuti rapat secara virtual.
Ia meminta para camat lebih aktif turun langsung melakukan sosialisasi, baik lewat forum resmi maupun pendekatan nonformal di tengah masyarakat. Sebab, Pemkab ingin semangat “HELAU” benar-benar dipahami sampai tingkat RT dan RW.
2. Tim juri akan turun langsung menentukan 10 desa terbaik

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan sosialisasi maraton mulai 2 hingga 11 Juni 2026. Kegiatan ini akan digelar di delapan titik yang mencakup 17 kecamatan di Lampung Selatan.
Lewat sosialisasi tersebut, pemerintah desa dan operator desa akan diberi pemahaman soal indikator penilaian lomba, mekanisme penginputan data, hingga teknis pelaksanaan di lapangan.
"Tahapan lomba nantinya dimulai dari penilaian administrasi dan penginputan data desa. Setelah itu, tim juri akan turun langsung melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan 10 desa terbaik," terangnya.
3. Pemenang lomba akan mendapat uang pembangunan jalan

Dari hasil penilaian tersebut, lanjut Darmawan, lima desa terbaik bakal mempresentasikan keunggulan wilayahnya langsung di hadapan bupati dan tim juri di Aula Pemkab Lampung Selatan.
Hal membuat lomba ini menarik, hadiah yang disiapkan bukan sekadar trofi atau uang pembinaan. Pemkab Lampung Selatan menyiapkan program pembangunan fisik bagi desa-desa pemenang.
Juara pertama akan mendapatkan pembangunan jalan lingkungan senilai Rp1 miliar. Kemudian juara kedua memperoleh Rp700 juta, juara ketiga Rp500 juta, dan juara harapan Rp400 juta.
Sementara desa yang masuk 40 besar juga tetap mendapat bantuan pembangunan rata-rata Rp200 juta per desa.
"Lewat skema hadiah berbasis pembangunan tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap semangat gotong royong warga tidak berhenti saat lomba berlangsung saja, tetapi bisa menjadi kebiasaan jangka panjang dalam menjaga lingkungan dan membangun desa secara bersama-sama," harapnya.



















