Modus Estafet Pengepul, KKP Bongkar Pola Penyelundupan Benih Lobster

- KKP mengungkap jaringan penyelundupan benih lobster yang memakai sistem estafet antarpengepul sebelum dikirim ke luar negeri.
- Tiga pola utama penyelundupan teridentifikasi, yaitu jalur darat-ke-udara, darat-ke-laut, dan darat-ke-darat.
- Lampung dijadikan jalur transit dengan pengiriman berakhir di wilayah perbatasan seperti Jambi dan Batam sebelum diselundupkan ke Singapura dan Vietnam.
Bandar Lampung, IDN Times - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkap pola penyelundupan benih bening lobster (BBL) selama ini dijalankan jaringan pelaku lintas wilayah. Modus pengiriman dilakukan secara estafet dari satu pengepul ke pengepul lainnya sebelum diselundupkan ke luar negeri.
Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Direktorat PSDKP KKP, Ardiansyah mengatakan, lokasi penangkapan BBL biasanya bukan titik awal pengambilan benih lobster dari nelayan.
“Jadi memang dari lokasi penangkapan itu bukan lokasi awal. Dari lokasi penangkapan kemudian ditampung dulu di lokasi pengepul,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
1. BBL dipindahkan estafet

Pascaberada di tangan pengepul, Ardiansyah menjelaskan, benih lobster selanjutnya dikemas dan dipindahkan ke pengepul lain yang lebih besar untuk menjalani proses penyegaran atau refreshing.
Menurutnya, proses tersebut diperlukan karena BBL sangat rentan stres dan mati selama perjalanan darat. Perpindahan BBL dilakukan secara estafet dari satu titik refreshing ke titik lainnya hingga tiba di wilayah tujuan penyelundupan.
“Jadi sistemnya dari pengepul ke pengepul atau dari tempat refreshing ke tempat refreshing lain dengan sistem estafet,” ucap Ardiansyah.
2. KKP ungkap tiga jalur penyelundupan

Ardiansyah menyebut, pihaknya telah memetakan sejumlah pola penyelundupan BBL yang digunakan para pelaku. Dari hasil analisis, terdapat tiga pola utama yakni jalur darat ke udara, jalur darat ke laut, dan jalur darat ke darat.
“Memang ada beberapa pola penyelundupan. Ini yang terus kami intensifkan penindakan dan pengawasan bersama instansi terkait," jelasnya.
3. Lampung jadi jalur transit penyelundupan

Terkait pengungkapan kasus penyelundupan 31 ribu BBL di Lampung, Ardiansyah mengatakan, jaringan pelaku menggunakan jalur darat dengan sistem transit antarkota sebelum dikirim ke luar negeri.
Menurutnya, wilayah perbatasan seperti Jambi hingga Batam menjadi titik akhir pengiriman sebelum BBL diseberangkan ke Singapura dan Vietnam.
“Modusnya sampai pengiriman ke wilayah dekat perbatasan, dalam hal ini sekitar Jambi dan Batam, kemudian menyeberang ke Singapura lanjut ke Vietnam,” imbuh Ardiansyah.


















