Mati Lemas, Detik-detik Bocah Tenggelam di Dekat JPO Siger Milenial

- Mayat bocah ditemukan di kolam air mancur Tugu Pengantin Lungsir, Bandar Lampung
- Korban berenang bersama temannya sebelum tenggelam, terekam kamera CCTV
- Kematian korban disebabkan mati lemas akibat tenggelam, hasil visum menunjukkan tanda-tanda pembusukan pada jasad
Bandar Lampung, IDN Times - Polisi mengantongi identitas mayat bocah ditemukan tewas mengapung di kolam air mancur Tugu Pengantin Lungsir, dekat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial, Kota Bandar Lampung, Senin (26/5/2025).
Korban inisal MR (13) warga Jalan Ikan Tenggiri Gang Mawar, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.
"Iya, identitas korban berinisial MR, setelah kejadian kami juga sudah langsung menghubungi pihak keluarga," ujar Kapolsek Teluk Betung Utara, AKP Martoyo dimintai keterangan, Selasa (27/5/2025).
1. Korban berenang bersama seorang rekannya

Berdasarkan hasil penyelidikan, Martoyo mengungkapkan, kronologi detik-detik korban masuk ke dalam kolam air mancur tersebut sempat terekam kamera CCTV di seputaran Tugu Lungsir. Insiden itu terjadi, Minggu (25/5/2025) sekitar pukul 16.58 WIB.
Mulanya, korban bersama seorang temannya mendatangi TKP air mancur Tugu Pengantin Lungsir pukul 17.03 WIB. Waktu itu, MR dan temannya terlihat mulai masuk ke kolam dan berenang.
"Hasil pantauan, selang 20 menit nampak korban berenang berputar ke arah TKP, sedangkan temannya melihat korban tidak muncul ke permukaan," ungkap Kapolsek.
2. Terekam rekannya berusaha mencari korban

Mendapati kejadian tersebut, Martoyo melanjutkan, teman korban langsung naik ke atas kolam dan berusaha mencari MR dengan memutari tepian kolam air mancur sekitar kurang lebih 30 menitan.
"Setalah berusaha mencari korban dan tidak terlihat lagi oleh temannya ini, rekan korban meninggalkan lokasi air mancur Tugu Pengantin," imbuhnya.
3. Hasil forensik mati lemas akibat tenggelam

Pascakejadian penemuan jasad korban, Martoyo menambahkan, petugas kepolisian dibantu Satpol PP Kota Bandar Lampung langsung mengevakuasi dan membawa korban ke RSUD Abdul Moeloek, untuk dilakukan visum luar oleh petugas medis.
Dari hasil keterangan forensik, didapati luka di jempol kaki kanan berupa luka terbuka yang diperkirakam dialami saat korban masih hidup, luka di bawah kaki yang diperkirakan pada saat tenggelam. Sedangkan kondisi jasad sudah nampak tanda-tanda pembusukan.
"Dari serangkaian kegiatan penyelidikan dan penyidikan, dapat disimpulkan kematian korban disebabkan mati lemas akibat tenggelam," tegas Kapolsek.