Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lebaran 2026, Ini Titik Rawan Ruas Jalan Nasional di Lampung

Lebaran 2026, Ini Titik Rawan Ruas Jalan Nasional di Lampung
Ilustrasi mudik. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Intinya Sih
  • BPJN Lampung memetakan puluhan titik rawan bencana, kemacetan, dan kecelakaan di ruas jalan nasional sepanjang 1.298 kilometer untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
  • Terdapat 39 titik rawan longsor di jalur lintas barat, 15 titik rawan macet di kawasan pasar dan simpang utama, serta 5 titik rawan banjir akibat drainase belum optimal.
  • Empat lokasi rawan kecelakaan mendapat perhatian khusus karena kondisi tanjakan dan tikungan tajam, sementara BPJN menyiapkan posko siaga serta alat berat di titik strategis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung memetakan puluhan titik rawan bencana, kemacetan, hingga kecelakaan di sepanjang ruas jalan nasional di Provinsi Lampung menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Kepala BPJN Lampung, Muhammad Ali Duhari mengatakan, pemetaan tersebut sebagai langkah mitigasi memastikan perjalanan pemudik tetap aman dan lancar selama periode angkutan Lebaran.

Menurutnya, jalan nasional di Lampung memiliki panjang sekitar 1.298 kilometer tersebar di 65 ruas, mencakup jalur utama Lintas Timur, Lintas Tengah, dan Lintas Barat Sumatera menjadi jalur utama mobilitas pemudik.

“Pemetaan ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, apabila kemudian hari terjadi gangguan di jalur-jalur mudik,” ujar Ali dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).

1. Rawan longsor dominan di wilayah perbukitan dan jalur lintas barat

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Berdasarkan hasil inventarisasi BPJN Lampung, terdapat 39 ruas atau titik rawan longsor yang tersebar di sejumlah jalur nasional, terutama di wilayah perbukitan dan jalur lintas barat.

Ali menyebutkan, beberapa ruas menjadi perhatian antara lain jalur Kota Agung-Bengkunat, Balimbing-Kota Agung Timur, hingga Bukit Kemuning, yang memiliki kondisi jalan bertebing dan berpotensi longsor saat hujan.

"Wilayah lintas barat Lampung menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan tertinggi, karena karakteristik jalur yang berada di lereng perbukitan dan dekat kawasan hutan," terangnya.

2. Kemacetan umumnya berada di kawasan pasar

IMG_20260227_115844.jpg
Penampakan aktivitas Pasar Tugu, Bandar Lampung, Jumat (27/2/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selain potensi bencana, BPJN Lampung juga mencatat 15 titik rawan kemacetan umumnya berada di kawasan pasar, simpang jalan utama, serta wilayah perkotaan. Beberapa lokasi bakal mengalami kepadatan lalu lintas berada di sekitar Bandar Lampung, dan Pringsewu.

Termasuk, ruas jalan mengarah ke Pelabuhan Bakauheni, di Kabupaten Lampung Selatan yang menjadi pintu utama arus keluar masuk kendaraan dari Pulau Jawa.

"BPJN juga mengidentifikasi lima ruas jalan nasional rawan banjir yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi serta sistem drainase yang belum optimal.Titik rawan banjir ini di antaranya berada di wilayah Bandar Lampung, Lampung Tengah, serta Pringsewu yang kerap mengalami genangan saat hujan deras," urainya.

3. Titik rawan kecelakaan dapat perhatian khusus

Ilustrasi kecelakaan mobil
Ilustrasi kecelakaan mobil (freepik.com/fxquadro)

Selain bencana alam, Ali melanjutkan, pihaknya mengidentifikasi empat titik rawan kecelakaan lalu lintas yang menjadi perhatian khusus selama periode mudik. Lokasi tersebut umumnya berada di jalur dengan kondisi tanjakan dan turunan tajam, seperti di kawasan Tarahan-Katibung, Balimbing-Kota Agung Timur, hingga Tebing Batu di Lintas Barat Lampung.

"Karakteristik jalan yang sempit, tikungan tajam, serta jarak pandang terbatas menjadi faktor risiko kecelakaan di ruas tersebut," sebutnya.

Guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan di jalur mudik, BPJN Lampung menyiapkan posko siaga lebaran serta alat berat di sejumlah titik strategis. Termasuk peralatan seperti dump truck, excavator, motor grader, hingga tandem roller disiagakan untuk menangani longsor, banjir, maupun kerusakan jalan secara cepat apabila terjadi selama arus mudik.

"BPJN juga melakukan pemeliharaan rutin seperti pembersihan drainase, pengendalian tanaman di bahu jalan, serta pemasangan rambu peringatan di titik rawan bencana," imbuhnya.

4. Daftar sebaran titik rawan bencana, kemacetan, dan kecelakaan

ilustrasi mudik (pexels.com/Stan)
ilustrasi mudik (pexels.com/Stan)

Berikut rincian lengkap data titik rawan bencana (banjir dan longsor), kecelakaan, serta kemacetan berdasarkan hasil pendataan BPJN Lampung.

Lokasi Rawan Banjir (total 5 titik/ruas)

​Penyebab utama banjir di lokasi-lokasi ini adalah intensitas hujan tinggi, dengan tindak lanjut berupa pembersihan saluran drainase dan pemeliharaan bahu jalan.

  • PPK 1.2 (1 Titik): Terletak di Batas Kabupaten Lampung Tengah-Batas Kabupaten Lampung Timur. Koordinat: -4.892000, 105.518600. Keterangan: Luapan/limpasan sungai akibat hujan deras.
  • ​PPK 1.4 (2 Titik): Terletak di Simpang Tanjung Karang-KM 10: Titik 1: Koordinat -5.438651, 105.304043 (KM 26+300). ​Titik 2: Koordinat -5.438081, 105.303691 (KM 28+00).
  • ​PPK 2.1 (1 Titik): Terletak di Pringsewu. Koordinat: -5.359458, 104.991970. Keterangan: Drainase tertutup.
  • ​PPK SKPD-TP (1 Titik): Terletak di Rajabasa, Bandar Lampung. Koordinat: -5.367099, 105.232125. Keterangan: Box nunyai.

Lokasi Rawan Longsor (total 39 ruas/titik)

​Dominasi kerawanan berada di jalur lintas barat dengan kondisi medan tebing dan jurang.

  • ​PPK 1.4 (1 Titik): Simpang Tanjung Karang – KM 10. Koordinat -5.438081, 105.303691. Keterangan: Longsor lereng dan bahu jalan.
  • ​PPK 2.1 (2 Titik): Balimbing, Kota Agung Timur. Koordinat -5.452780, 104.708761 dan -5.463188, 104.700951. Keterangan: Lokasi jalan banyak tebing.
  • ​PPK 2.2 (18 Titik): Seluruhnya berada di ruas Kota Agung – Bengkunat. Kondisi meliputi tebing dan jurang alami, serta potensi longsor pada badan jalan arah normal maupun kiri/kanan jalan. Lokasi tersebar dari koordinat -5.506392 hingga -5.598080.
  • ​PPK 2.3 (16 Titik): Tersebar di Lintas Barat, Lemong, Krui, hingga Biha. Lokasi mencakup KM 311+300 sampai KM 233+150.
  • ​PPK 2.4 (2 Titik): Bukit Kemuning. Koordinat -4.944980, 104.521268 dan -4.938612, 104.526811. Keterangan: Longsor lereng.

​Lokasi Rawan Kecelakaan (total 4 titik)

  • ​PPK 1.5 (1 titik): Tarahan, Katibung (Lintas Tengah). Koordinat -5.562678, 105.377355. Keterangan: Tanjakan/turunan tajam dan rawan rem blong.
  • ​PPK 2.1 (1 titik): Balimbing, Kota Agung Timur (Lintas Barat). Koordinat -5.458805, 104.704045. Keterangan: Medan jalan banyak turunan dan tikungan rawan.
  • ​PPK 2.3 (2 lokasi/1 unit kerja): ​Tebing Batu, Tanjakan Manula, Lemong (Lintas Barat). Koordinat -4.911311, 103.606579. Keterangan: Tanjakan/turunan tajam, kanan-kiri jalan berupa jurang (KM 321+000). ​Lemong (Lintas Barat). Koordinat -4.947563, 103.667647. Lokasi berada di KM 300+900.

Lokasi Rawan Macet (total 15 titik)

  • ​Penyebab utama adalah aktivitas pasar tumpah, persimpangan jalan, dan kawasan wisata.
  • ​PPK 1.1: Pasar Unit II Tulang Bawang (Terdapat Pasar).
  • ​PPK 1.2: Tulang Bawang – Bandar Jaya (Pasar tradisional, kemacetan ringan).
  • ​PPK 1.3: Bakauheni Lampung Selatan (Persimpangan) dan Sukadana, Way Jepara (Terdapat Pasar).
  • ​PPK 1.4: Natar (Pasar Natar), Terbanggi Besar (Plaza Bandar Jaya), dan Hajimena (Persimpangan).
  • ​PPK 1.5: Kalianda (Kawasan Tempat Wisata).
  • ​PPK 2.1: Gedong Tataan (Persimpangan Tugu Pengantin) dan Pringsewu (Pasar Pringsewu).
  • ​PPK 2.2: Pasar Krui (Terdapat Pasar).
  • ​PPK 2.3: Lampung Barat, Balik Bukit (Simpang Pasar Liwa).
  • ​PPK 2.4: Blambangan Umpu.
  • ​PPK 2.5: Kotabumi Selatan (Persimpangan).
  • ​PPK SKPD-TP: Gedong Tataan (Simpang Tugu Coklat Pesawaran).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More