1.175 KK Korban Banjir di Empat Kecamatan Lamsel Terima Bantuan

- Pemkab Lampung Selatan menyalurkan bantuan kepada 1.175 KK korban banjir di empat kecamatan, masing-masing menerima 10 kilogram beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah.
- Selain beras, warga terdampak juga mendapat bantuan kebutuhan pokok seperti telur, mi instan, roti, kasur, selimut, dan perlengkapan dapur untuk memenuhi kebutuhan dasar pascabanjir.
- Penyaluran bantuan melibatkan 10 perusahaan melalui program CSR sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam penanganan bencana serta persiapan langkah jangka panjang mengatasi banjir.
Lampung Selatan, IDN Times -Sebanyak 1.175 kepala keluarga (KK) korban banjir di empat kecamatan Lampung Selatan menerima bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) masing-masing 10 kilogram per keluarga. Mereka adalah korban banjir
Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
1. Bantuan disalurkan di empat kecamatan

Penyaluran bantuan dilakukan secara serentak di empat wilayah terdampak, yakni Kecamatan Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar. Di Kecamatan Jati Agung, bantuan dipusatkan di Kantor Camat Jati Agung dan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang hadir mewakili bupati.
Sementara itu, penyaluran di Kecamatan Tanjung Bintang dilakukan di Desa Jatibaru, di Kecamatan Tanjung Sari dipusatkan di Kantor Camat Tanjung Sari, dan di Kecamatan Natar disalurkan di Desa Sidosari.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, jumlah penerima bantuan terbanyak berada di Kecamatan Jati Agung dengan 865 KK. Disusul Kecamatan Natar sebanyak 143 KK, Kecamatan Tanjung Bintang 117 KK, dan Kecamatan Tanjung Sari 50 KK.
2. Warga juga menerima berbagai kebutuhan pokok

Selain beras, masyarakat terdampak banjir juga menerima berbagai bantuan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut antara lain telur, mi instan, roti, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, kasur, selimut, sandang dewasa hingga paket peralatan dapur.
Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Bapak bupati menyampaikan agar masyarakat tetap bersabar menghadapi musibah ini. Pemerintah daerah hadir dan terus berupaya memberikan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari respons pemerintah daerah terhadap berbagai keluhan masyarakat pascabanjir. “Kami ingin memastikan warga yang terdampak mendapatkan dukungan dan tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini,” tambahnya.
3. Libatkan perusahaan melalui program CSR

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Lampung Selatan juga menggandeng sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Sebanyak 10 perusahaan ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut, di antaranya Senaya, PT Konverta Mitra Abadi, ASDP, BBJ, PT Optima Nusa Tujuh, PT Natar Gerbang Angkasa, PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung, Starlight Cabin, Krakatoa Grup (Junglea Sea dan Elty), serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Menurut Supriyanto, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dunia usaha.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dunia usaha melalui CSR ini menjadi bukti bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting untuk membantu masyarakat yang terdampak,” jelasnya.
Selain penyaluran bantuan darurat, Pemkab Lampung Selatan juga mulai menyiapkan langkah penanganan jangka panjang untuk mengatasi penyebab banjir di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan instansi terkait lainnya guna menelusuri akar persoalan banjir agar solusi yang diambil bisa lebih efektif.
Di sisi lain, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, serta instansi terkait juga telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan teknis sekaligus memantau kondisi wilayah terdampak.


















