Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lampung Miliki 2 Rumah Sakit Rujukan Kanker Payudara Kelas Tipe A

Lampung Miliki 2 Rumah Sakit Rujukan Kanker Payudara Kelas Tipe A
RSUD Dr H Abdul Moeloek dan RS Urip Sumoharjo di Kota Bandar Lampung. (Dok. Google).

Bandar Lampung, IDN Times - Provinsi Lampung memiliki dua rumah sakit rujukan terbaik bagi pasien kanker payudara berkelas tipe A. Kedua rumah sakit itu RSUD Dr H Abdul Moeloek dan RS Urip Sumoharjo terletak di Kota Bandar Lampung.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung, Josi Harnos mengatakan, kedua rumah sakit tersebut saat ini memiliki tenaga medis terbaik yang mampu menangani penyakit kanker payudara.

"Secara kelas tipe, Lampung punya 2 rumah sakit rujukan penyakit kanker payudara, milik pemerintah di RSUD Abdul Moeloek dan RS Urip Sumoharjo," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (12/10/2024).

1. Tanggung BPJS Kesehatan tidak mencakup semua jenis pengobatan dan obat-obatan

Kepesertaan aktif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini merupakan salah satu syarat dalam penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). (Dok. BPJS Kesehatan)
Kepesertaan aktif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini merupakan salah satu syarat dalam penerbitan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). (Dok. BPJS Kesehatan)

Meski telah memiliki rumah sakit rujukan mampu menangani kanker payudara, Josi menyebutkan, pengobatan penyakit menjadi salah satu penyumbang angka kematian tertinggi ini belum sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan.

Pasalnya, cakupan tanggungan BPJS Kesehatan tidak mencakup semua jenis pengobatan dan obat-obatan, terutama untuk kasus-kasus yang memerlukan terapi mahal atau obat-obatan baru dan canggih.

"Pengobatan kanker yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan hanya meliputi beberapa tindakan utama seperti pembedahan, kemoterapi, dan radiasi," terangnya.

2. Adanya keterbatasan cakupan jenis tanggungan BPJS Kesehatan

ilustrasi pengobatan (Pixabay.com/fernandozhiminaicela)
ilustrasi pengobatan (Pixabay.com/fernandozhiminaicela)

Terkait kondisi pengobatan tersebut, Josi melanjutkan, pasien kanker payudara peserta BPJS Kesehatan umumnya menanggung sebagian biaya pengobatan sendiri, terutama jika memerlukan terapi yang tidak termasuk dalam cakupan tanggungan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan memberikan dukungan dalam pembiayaan pengobatan kanker. Namun masih ada keterbatasan dalam cakupan dan jenis pengobatan yang ditanggung sepenuhnya.

"Sepengetahuan saya, untuk mengurus pengobatan kanker melalui BPJS Kesehatan, pasien perlu mendapatkan surat rujukan dari dokter atau fasilitas kesehatan terdaftar. Kemudian pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang memiliki layanan onkologi," terangnya.

3. Banyak orang awam anggap kanker sebagai penyakit kutukan

Cegah dini kanker payudara
Cegah dini kanker payudara

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Lampung, Riana Sari mengatakan, pencegahan kanker, termasuk kanker payudara diperlukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat, untuk mencegah faktor risiko dan peningkatan program pencegahan serta penanggulangan yang tepat.

Menurutnya, penyebab jumlah kasus kanker stadium lanjut yang tinggi adalah keengganan memeriksakan diri ke dokter, karena takut didiagnosis kanker. Sebab, orang awam seringkali hanya mendengar bahwa kanker penyakit kutukan dan tidak ada obatnya tanpa pernah memperoleh informasi yang benar tentang kanker.

"Untuk itu, kami mengajak kepada masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya jika merasakan gejala awal kanker," katanya.

4. Ajak masyarakat periksa diagnosis dini gejala kanker

ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Aditya Pratama)

Riana Sari menambahkan, penyakit kanker sejatinya dapat didiagnosis secara dini. Deteksi dini kanker tidak hanya dapat menurunkan angka kematian akibat kanker, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

"Khusus untuk anak dengan kanker, kami mengajak untuk terus mendukung mereka dalam menghadapi penyakitnya, sehingga anak-anak dapat menikmati masa kecil dengan baik," imbuhnya.

Share
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Yogie Fadila
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna
Follow Us

Latest News Lampung

See More

Jemaah Haji Lampung Berangkat 25 April 2026, Cek Pembagian Kloter

07 Apr 2026, 18:02 WIBNews