Itera Kenalkan Wisata Edukasi Smart Farming untuk Anak dan Warga

- Itera meluncurkan eduwisata smart farming bernama Iterahero di Kebun Raya Itera, menggabungkan teknologi pertanian modern berbasis IoT dengan konsep wisata edukatif untuk berbagai kalangan.
- Program ini mengenalkan pertanian sejak dini melalui kegiatan interaktif bagi anak-anak PAUD dan membuka kunjungan umum sore hari, menghasilkan omzet uji operasional sekitar Rp7,4 juta.
- Iterahero menjadi contoh hilirisasi riset mahasiswa Itera lewat penerapan sistem otomatis suhu, kelembapan, dan irigasi berbasis sensor yang dapat dipantau secara real-time melalui dashboard digital.
Bandar Lampung, IDN Times - Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengenalkan inovasi baru berupa eduwisata pertanian cerdas berbasis smart farming melalui program Iterahero di kawasan greenhouse Kebun Raya Itera. Program ini menggabungkan teknologi pertanian modern dengan konsep wisata edukatif yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
Pengunjung diajak melihat langsung penerapan sistem pertanian berbasis Internet of Things (IoT) dalam proses budidaya tanaman. Inovasi ini sekaligus menjadi bentuk pengembangan riset mahasiswa yang diimplementasikan ke masyarakat.
1. Program dirancang kenalkan pertanian sejak dini

Kegiatan diawali dengan uji operasional selama 28–30 Maret 2026. Pada sesi pagi, sebanyak 43 anak dari PAUD Mentari Daycare cabang Sukarame, Sukabumi, dan Way Halim, Bandar Lampung, mengikuti kegiatan edukatif dikemas secara interaktif.
Anak-anak diajak mengenal proses budidaya tanaman mulai dari penyemaian benih, pindah tanam, penyiraman, hingga memanen melon. Mereka juga diperkenalkan cara mengukur tingkat kemanisan buah menggunakan alat ukur derajat Brix serta menimbang hasil panen.
Ketua Tim Kegiatan Iterahero, Muhammad Yusuf, mengatakan program ini dirancang agar anak-anak dapat mengenal dunia pertanian sejak dini melalui metode belajar sambil bermain.
“Kami ingin anak-anak dapat memahami teknologi pertanian modern secara sederhana,” ujar Yusuf.
2. Terbuka untuk masyarakat umum dan pengunjung di sore hari

Yusuf mengatakan, selain untuk anak-anak, Iterahero juga membuka kunjungan bagi mahasiswa, sivitas akademika Itera, dan masyarakat umum pada sore hari pukul 15.00–17.00 WIB. Pengunjung dapat memetik buah melon langsung dari greenhouse serta berfoto di sejumlah titik edukatif.
Selain untuk anak-anak, Iterahero juga membuka kunjungan bagi mahasiswa, sivitas akademika Itera, dan masyarakat umum pada sore hari pukul 15.00–17.00 WIB. Selama masa uji operasional, kegiatan ini mendapat respons positif dari pengunjung dengan total omzet mencapai Rp7,4 juta.
3. Contoh hilirisasi riset berbasis smart farming

Pengembang sistem digital Iterahero, Cornelius Linux, menjelaskan, Iterahero juga menjadi contoh hilirisasi riset mahasiswa Itera melalui penerapan sistem smart farming berbasis Internet of Things (IoT), seperti pengaturan otomatis suhu dan kelembapan menggunakan sensor, exhaust fan, dan cooling pad, serta sistem irigasi tetes dan fertigasi.
"Pengunjung dapat melihat dashboard pemantauan pertumbuhan tanaman secara real-time sehingga dapat memahami penerapan teknologi dalam pertanian modern," jelasnya.
Ia menambahkan, Iterahero merupakan program kewirausahaan mahasiswa berbasis riset yang menggabungkan edukasi pertanian, teknologi smart farming, dan agrowisata dalam satu konsep terpadu. Informasi kunjungan dapat diakses melalui Instagram @kebunrayaitera.


















