Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Drainase Bermasalah, Banjir Rendam Permukiman Bandar Lampung

Drainase Bermasalah, Banjir Rendam Permukiman Bandar Lampung
Banjir di Sukarame, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
Intinya Sih

  • Banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung akibat perubahan aliran drainase.

  • Kondisi terparah sejak 2006, air masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter, menyebabkan kerugian bagi warga.

  • BPBD Kota Bandar Lampung meningkatkan kesiapsiagaan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan cepat apabila terjadi banjir atau kondisi darurat lainnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times – Hujan intensitas sedang hingga lebat kembali menyebabkan banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Kamis (8/1/2026).

Gio, salah satu warga terdampak, mengatakan air bahkan masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian mencapai sekitar 70 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.

Ia menyampaikan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat hujan masih berlangsung. Menurutnya, banjir dipicu perubahan aliran drainase di jalan dekat minimarket yang sedang dilakukan perbaikan.

“Awalnya hujan gak lama, tapi karena siring di jalan sebelah Indomaret itu diperbaiki, airnya dibuang ke arah sini semua. Sedangkan siring di depan rumah kami ini masih siring lama dan belum ada perbaikan,” katanya.

1. Kondisi terparah

IMG-20260108-WA0025.jpg
Banjir di Sukarame, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Gio menyebu, banjir di wilayah tersebut kerap terjadi, namun kali ini kondisinya terparah karena air masuk ke dalam rumah warga.

“Sering terulang, tapi gak separah ini. Biasanya air gak sampai masuk rumah, sekarang masuk semua,” ujarnya.

Menurut Gio, hampir seluruh rumah di sepanjang Jalan Suradama terdampak banjir. Mayoritas bangunan di kawasan tersebut merupakan rumah kontrakan.

2. Sukarame langganan banjir sejak 2006

IMG-20260108-WA0019.jpg
Banjir di Sukarame, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Keluhan serupa juga disampaikan Agus, warga lainnya. Ia mengatakan, kawasan Sukarame sudah menjadi langganan banjir sejak 2006 akibat sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Sementara kondisi jalan justru terus ditinggikan dan dibeton.

“Drainase tidak jalan, jalan sudah ditinggikan dan dibeton, tapi drainasenya tidak diukur. Hujan sedikit saja pasti banjir,” ungkap Agus.

Menurut Agus, ketinggian air di wilayah tersebut mencapai sekitar 30 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Meski warga telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut dan melakukan gotong royong membersihkan saluran air, banjir tetap terjadi setiap musim hujan.

“Harapan kami pemerintah bisa memikirkan bagaimana aliran air di wilayah terdampak banjir ini bisa lancar, karena ini sangat merugikan kami,” ujarnya.

3. Siap siaga

IMG-20260108-WA0021.jpg
Banjir di Sukarame, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengatakan telah meningkatkan kesiapsiagaan menyusul kondisi cuaca dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.

“BPBD Kota Bandar Lampung terus melakukan pemantauan di wilayah rawan banjir dan genangan, serta menyiagakan personel dan peralatan di lapangan,” kata Idham.

Ia menambahkan, BPBD juga telah berkoordinasi dengan camat, lurah, dan unsur terkait guna memastikan penanganan cepat apabila terjadi banjir atau kondisi darurat lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang berada di bantaran sungai dan daerah rawan longsor. Apabila terjadi genangan atau banjir yang membahayakan, segera laporkan ke BPBD agar dapat segera dilakukan penanganan,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air banjir di kawasan Sukarame telah berangsur surut pukul 22.00 WIB. Warga mulai melakukan aktivitas bersih-bersih rumah dan lingkungan pascabanjir.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More