Bandar Lampung Siapkan Road Map dan Master Plan Banjir

- Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan road map penanganan banjir dengan dukungan dana Rp5 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk merumuskan solusi jangka panjang.
- Pemkot juga tengah menyusun master plan pengendalian banjir melalui APBD Perubahan 2026 yang akan menjadi panduan pembangunan kota dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
- Langkah cepat difokuskan pada biopori, pelebaran drainase, serta peninggian jembatan, sementara rencana jangka panjang mencakup pembangunan kolam retensi, embung, dan tandon air besar.
Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menyiapkan langkah lebih terarah untuk menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah tahunan di sejumlah wilayah kota.
Langkah tersebut menyusul dukungan anggaran sebesar Rp5 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk penyusunan solusi penanganan banjir di Kota Tapis Berseri.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol mengatakan, Pemkot telah mengusulkan road map penanganan banjir dan kini tengah menyusun master plan sebagai panduan pembangunan jangka panjang.
“Kalau usulan sudah ada. Nanti kita sampaikan ketika semuanya sudah selesai,” katanya, Sabtu (9/5/2026).
1. Rp5 miliar dinilai cukup susun road map

Wilson menyebut, anggaran dari Kementerian PU memungkinkan digunakan untuk menyusun road map penanganan banjir di Bandar Lampung.
“Kalau uang tersebut cukup untuk membuat road map penanganan banjir. Mungkin bisa menggunakan anggaran tersebut,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengaku belum menerima informasi rinci terkait mekanisme pencairan maupun pengelolaan anggaran tersebut.
“Kalau apakah sudah dikirimkan atau belum, itu ranahnya ke Bapenda atau BPKAD. Lalu apakah nanti anggaran tersebut dikirimkan ke kita atau diberikan ke balai (BBWS), juga kita belum menerima informasi lebih lanjut,” katanya.
2. Master plan disiapkan lewat APBD Perubahan 2026

Selain road map, Pemkot Bandar Lampung juga menargetkan penyusunan master plan penanganan banjir pada tahun ini melalui APBD Perubahan 2026.
Dokumen itu nantinya menjadi acuan pembangunan jangka pendek, menengah, hingga panjang dalam pengendalian banjir dan penataan lingkungan kota.
Menurut Wilson, penyusunan master plan saat ini masih dalam tahap finalisasi dan ditargetkan rampung pada 2026.
“Harapannya master plan ini menjadi solusi konkret untuk penanganan banjir dan penataan kota Bandar Lampung ke depan,” ujarnya.
3. Fokus program cepat hingga infrastruktur besar

Dalam program jangka pendek, Pemkot Bandar Lampung akan memprioritaskan langkah-langkah cepat untuk mengurangi potensi genangan.
Beberapa program yang disiapkan antara lain penerapan biopori untuk memperkuat resapan air, peningkatan kebersihan lingkungan, pelebaran drainase yang menyempit, penanganan titik bottleneck, hingga peninggian jembatan di sejumlah lokasi rawan banjir.
Sementara untuk program jangka menengah dan panjang, pemerintah menyiapkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir berskala besar seperti kolam retensi, embung, hingga tandon air berkapasitas besar.
“Di antaranya pembangunan kolam retensi atau embung, serta penyediaan tandon air berkapasitas besar untuk mendukung pengendalian debit air saat musim hujan. Tapi itu kan tidak serta merta, karena memerlukan anggaran yang tidak sedikit,” beber Wilson.



















