Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menimipas Indikasi Sipir Terlibat Love Scamming Napi di Rutan Kotabumi

Menimipas Indikasi Sipir Terlibat Love Scamming Napi di Rutan Kotabumi
Konferensi pers pengungkapan kasus love scamming di Rutan Kelas IIB Kotabumi oleh Polda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya Sih
  • Menimipas RI Agus Andrianto ungkap indikasi keterlibatan sipir dalam kasus love scamming yang melibatkan 137 napi di Rutan Kelas IIB Kotabumi, Lampung Utara.
  • Agus menyoroti masih maraknya peredaran handphone ilegal di rutan meski sudah diterapkan kebijakan zero halinar dan meminta penyelidikan mendalam terhadap asal-usul perangkat tersebut.
  • Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan tidak akan menutupi kasus ini dan siap menyerahkan hasil pemeriksaan internal kepada Polda Lampung untuk proses hukum lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) RI, Agus Andrianto membuka indikasi keterlibatan petugas sipir dalam praktik love scamming melibatkan 137 warga binaan di Rutan Kelas IIB Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.

Agus menegaskan, pihaknya tidak akan menutup-nutupi apabila dalam pengusutan kasus tersebut ditemukan keterlibatan pegawai pemasyarakatan, khususnya terkait peredaran handphone ilegal di dalam rutan.

“Saya sampaikan kepada pak Kapolda bahwa ini tolong diungkap seluas-luasnya, siapapun yang terlibat,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolda Lampung, Senin (11/5/2026).

1. Soroti masih maraknya peredaran HP di lapas dan rutan

IMG-20260511-WA0026.jpg
Konferensi pers pengungkapan kasus love scamming di Rutan Kelas IIB Kotabumi oleh Polda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Agus mengatakan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan selama ini telah menjalankan kebijakan zero halinar atau zero handphone, pungutan liar, dan narkoba di seluruh lapas maupun rutan.

Menurutnya, para kepala lapas dan kepala rutan juga telah diminta menyediakan fasilitas Wartelsuspas atau warung telekomunikasi khusus pemasyarakatan bekerja sama dengan pihak ketiga dan dikelola koperasi.

Maka karena itu, ia menilai masih adanya temuan ratusan handphone di Rutan Kotabumi menjadi indikasi yang harus didalami lebih lanjut. “Kalau masih ada peredaran HP di sana, artinya ya tidak menutup kemungkinan itu,” kata Agus.

2. Indikasi keterlibatan pegawai

IMG-20260511-WA0018.jpg
Konferensi pers pengungkapan kasus love scamming di Rutan Kelas IIB Kotabumi oleh Polda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Agus melanjutkan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polda Lampung terhadap para warga binaan yang terlibat dalam praktik love scamming tersebut.

Dari hasil pemeriksaan itu nantinya akan diketahui modus operandi para pelaku, termasuk asal-usul barang bukti berupa handphone yang digunakan menjalankan aksi penipuan daring tersebut.

“Ini nanti sudah ada tanda-tanda dugaan pegawai yang terlibat. Ini nanti akan kita dalami secara internal, kemudian kita sinkronkan dengan hasil pemeriksaan dari Polda,” ungkapnya.

3. Klaim tak akan tutupi kasus

IMG-20260511-WA0027.jpg
Konferensi pers pengungkapan kasus love scamming di Rutan Kelas IIB Kotabumi oleh Polda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Apabila nantinya ditemukan keterlibatan pegawai pemasyarakatan, hasil pemeriksaan internal akan diserahkan kembali kepada penyidik Polda Lampung untuk diproses sesuai hukum berlaku.

Agus menegaskan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak memiliki kepentingan untuk menutupi perkara tersebut. Ia bahkan menyebut, informasi awal terkait praktik love scamming di Rutan Kotabumi justru berasal dari jajaran Ditjen Pemasyarakatan yang kemudian disampaikan langsung kepada Polda Lampung.

“Yakinlah bahwa kami tidak akan tutup-tutupi. Kalau dari awal kita mau tutup-tutupi, kita tidak akan sampaikan sama pak kapolda informasi itu,” imbuh jenderal purnawirawan polisi bintang empat tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More