Triwulan I 2026, Investasi Bandar Lampung Tembus Rp744,6 Miliar

- Realisasi investasi di Bandar Lampung triwulan I 2026 mencapai Rp744,6 miliar, terdiri dari PMDN Rp530,4 miliar dan PMA Rp214,2 miliar, menunjukkan kepercayaan tinggi investor terhadap kota ini.
- Sektor tersier mendominasi dengan porsi 70,39 persen, terutama pada bidang perdagangan, jasa, transportasi, dan perhotelan yang mencerminkan karakter ekonomi perkotaan Bandar Lampung.
- Singapura menjadi penyumbang terbesar investasi asing senilai Rp195,3 miliar, disusul India dan Malaysia, menandakan kuatnya hubungan bisnis internasional di sektor jasa kota tersebut.
Bandar Lampung, IDN Times - Realisasi investasi di Kota Bandar Lampung sepanjang triwulan I 2026 mencapai Rp744,6 miliar. Capaian tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp530,4 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp214,2 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandar Lampung, Febriana mengatakan, angka tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Bandar Lampung masih cukup tinggi.
“Pertumbuhan investasi ini menjadi indikator positif bahwa Bandar Lampung masih menjadi daerah tujuan investasi yang menarik, baik bagi investor dalam negeri maupun asing,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
1. Sektor tersier masih mendominasi investasi

Febriana menjelaskan, investasi di Bandar Lampung masih didominasi sektor tersier atau jasa yang mencapai 70,39 persen. Kemudian sektor sekunder sebesar 28,24 persen dan sektor primer 1,37 persen.
Menurutnya, dominasi sektor jasa menunjukkan aktivitas ekonomi perkotaan di Bandar Lampung terus berkembang, terutama di bidang perdagangan, jasa, transportasi, hingga perhotelan.
“Karakteristik Bandar Lampung sebagai kota jasa dan perdagangan membuat sektor tersier masih menjadi penyumbang investasi terbesar,” katanya.
2. Transportasi dan hotel masuk investasi terbesar

Berdasarkan data DPMPTSP, subsektor transportasi, pergudangan dan komunikasi menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp159,1 miliar.
Disusul hotel dan restoran Rp154,8 miliar, jasa lainnya Rp140,6 miliar, industri kayu Rp111,1 miliar, serta industri makanan Rp92,1 miliar.
Febriana menyebut, tingginya investasi di sektor transportasi dan perhotelan menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Bandar Lampung.
“Ini menandakan geliat usaha di Bandar Lampung terus tumbuh, apalagi kota ini menjadi pintu gerbang Sumatra,” jelasnya.
3. Singapura jadi investor asing terbesar

Untuk investasi asing, Singapura menjadi negara dengan kontribusi PMA terbesar di Bandar Lampung dengan nilai mencapai Rp195,3 miliar. Kemudian India Rp11,1 miliar, Malaysia Rp4,7 miliar, Jepang Rp781 juta, dan Spanyol Rp581 juta.
Febriana menilai, dominasi investasi asal Singapura tidak lepas dari kuatnya hubungan bisnis dan sektor jasa yang berkembang di Bandar Lampung.
Ia berharap, realisasi investasi di Bandar Lampung terus meningkat hingga akhir 2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan perizinan yang cepat dan mudah agar investor semakin nyaman berinvestasi di Bandar Lampung,” tuturnya.


















