Banjir Bandar Lampung Renggut Korban, Satu Tewas dan Satu Hilang

- Banjir akibat hujan deras melanda Kota Bandar Lampung dan menyebabkan dua korban terseret arus di lokasi berbeda, satu di antaranya masih dalam pencarian.
- Korban pertama adalah anak berusia sekitar 10 tahun yang hanyut di kawasan Terminal Rajabasa, sementara korban kedua ditemukan meninggal di Sungai Jalan Dr. Harun.
- BPBD bersama tim gabungan terus melakukan pencarian serta mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir saat hujan deras, terutama di sekitar aliran sungai.
Bandar Lampung, IDN Times - Peristiwa banjir akibat hujan deras mengguyur Kota Bandar Lampung tidak hanya menyebabkan genangan di sejumlah wilayah, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.
Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat membenarkan ihwal informasi tersebut. Ia mencatat telah menerima laporan dua orang korban terseret arus banjir di lokasi berbeda.
"Benar, dua orang dilaporkan hanyut," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (6/3/2026).
1. Anak usia 10 tahun masih hilang

Wahyu menyampaikan, satu korban merupakan anak berusia sekitar 10 tahun yang dilaporkan hanyut terseret arus aliran sungai kawasan Terminal Rajabasa.
“Untuk korban pertama seorang anak berusia sekitar 10 tahun yang dilaporkan hanyut di sungai daerah Terminal Rajabasa. Saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim,” katanya.
2. Satu korban usia dewasa ditemukan meninggal

Selain itu, satu korban lainnya dilaporkan telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Jalan Dr.Harun, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.
“Korban kedua sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Jalan Dr. Harun. Untuk identitasnya saat ini masih belum diketahui atau anonim,” jelas Wahyu.
3. Imbau warga tetap waspada

BPBD bersama tim gabungan masih terus melakukan penanganan di lokasi, serta berupaya melakukan pencarian terhadap korban masih hilang.
Selain itu, Wahyu juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras, terutama di wilayah yang berada di dekat aliran sungai atau drainase besar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai ketika hujan deras karena arus air bisa tiba-tiba meningkat,” imbuhnya.
Dalam peristiwa ini, hujan deras diketahui mengguyur Kota Bandar Lampung sejak sekitar pukul 14.30 hingga 16.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Rajabasa, Sukarame, Tanjung Senang, dan Kedaton terendam banjir akibat luapan drainase dan meningkatnya debit air.

















