Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Arus Balik H+5 di Bakauheni Mulai Melandai, Penumpang Turun 20 Persen

Arus Balik H+5 di Bakauheni Mulai Melandai, Penumpang Turun 20 Persen
Suasana pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
Intinya Sih

  • Arus balik di Pelabuhan Bakauheni pada H+5 Lebaran 2026 menurun, dengan total penumpang 103.325 orang dan kendaraan 26.891 unit, turun sekitar 20–25 persen dibanding tahun lalu.
  • Penurunan arus disebabkan pola perjalanan pemudik yang lebih tersebar berkat kebijakan work from anywhere, membuat puncak kepadatan tidak terjadi serentak seperti tahun-tahun sebelumnya.
  • Sementara kendaraan pribadi menurun, jumlah truk dan bus justru meningkat signifikan hingga 84,5 persen dan 49 persen, menandakan aktivitas logistik serta angkutan umum tetap tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times - Arus balik lebaran 2026 dari Sumatra menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada 26 Maret 2026 (H+5), total penumpang menyeberang ke Jawa mencapai 103.325 orang atau turun 20,3 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 129.853 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang tercatat 26.891 unit atau turun 25,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 35.965 unit.

1. Aktivitas penyeberangan di Bakauheni melandai di H+5

IMG-20260326-WA0012.jpg
Pemudik pejalan kaki di pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba mengatakan, tren penurunan ini secara umum menandakan puncak arus balik lebaran 2026 sudah mulai terlewati hingga aktivitas pergerakan masyarakat sejauh ini perlahan sudah mulai melandai. Diketahui, puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni terjadi pada H+3 dan H+4.

Menurutnya, penumpang maupun kendaraan pribadi menurun penurunan cukup signifikan, termasuk sepeda motor tercatat hanya 10.366 unit atau turun 41,2 persen dibandingkan tahun lalu.

"Begitu juga kendaraan roda empat yang mencapai 13.541 unit, turun 18,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya, Jumat (27/3/2026).

2. Arus mudik tersebar karena WFA

Kemacetan jalan tol arus balik lebaran 2026 dengan pemudik menggunakan laptop di mobil, menekankan konsep WFA.
Puncak Arus Balik lebaran 2026 di jalan tol Indonesia, pemudik memanfaatkan Work From Anywhere (WFA) untuk menghindari kemacetan. Sumber: Ilustrasi HD oleh AI.

Lebih lanjut Partogi menilai, kondisi ini dipengaruhi pola perjalanan pemudik yang kini lebih tersebar dan tidak menumpuk di satu waktu, terkhusus adanya penerapan kebijakan work from anywhere (WFA).

“Pemudik sudah mulai mengatur jadwal perjalanan lebih fleksibel, sehingga tidak terjadi lonjakan ekstrem seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

3. Truk dan bus justru meningkat

Ilustrasi truk yang melintas di Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Ilustrasi truk yang melintas di Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Di tengah penurunan kendaraan pribadi, Partogi menambahkan, arus kendaraan logistik dan angkutan umum justru meningkat . Tercatat, truk menyeberang mencapai 2.288 unit atau naik 84,5 persen.

Sementara itu, kendaraan besar jenis bus yang menyeberang mencapai 696 unit atau meningkat 49 persen dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan aktivitas distribusi barang dan pergerakan penumpang berbasis angkutan umum masih cukup tinggi di masa arus balik.

"Akumulasi H-10 hingga H+4 masih meningkat. Meski tren harian menurun, secara kumulatif arus penyeberangan dari Sumatera ke Jawa masih mengalami kenaikan. Total penumpang sejak H-10 hingga H+4 tercatat mencapai 936.670 orang atau naik 12,6 persen dibandingkan tahun lalu," imbuh Partogi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Lampung

See More