Tragis, Dua Bocah SD Meninggal Tenggelam di Air Terjun Way Lalaan

- Penyelidikan menemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada kedua korban yang tenggelam di Air Terjun Way Lalaan.
- Lokasi kejadian memiliki air keruh dan salah satu korban tidak didampingi orang tua, serta tempat kejadian berkedalaman dua meter.
- Kapolres Tanggamus mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung atau berekreasi ke destinasi wisata alam.
Tanggamus, IDN Times - Dua bocah usia sekolah dasar (SD) meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan wisata Air Terjun Way Lalaan, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus.
Kapolres Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko mengonfirmasi ihwal peristiwa nahas tersebut. Insiden itu dialami korban David (9), siswa kelas 3 SD dan Desna (10), siswi kelas 4 SD.
"Keduanya merupakan warga Kabupaten Tanggamus. Mereka sempat diberikan pertolongan pertama oleh warga sebelum dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (3/1/2026).
1. Tidak ada tanda-tanda kekerasan

Berdasarkan hasil penyelidikan, Rahmad mengungkapkan, peristiwa merenggut nyawa kedua bocah ini terjadi, Kamis (1/1/2025) sekitar pukul 15.00 WIB tepatnya saat kawasan wisata relatif sepi pengunjung.
Mulanya, seorang pengunjung melihat kedua korban tenggelam di lokasi kejadian langsung meminta bantuan pedagang makanan sekitar. Kemudian warga bersama pengawas wisata langsung melakukan penyelamatan, dengan berenang dan menyelam untuk mengangkat kedua korban dari aliran air.
“Keduanya dalam kondisi tak sadarkan diri dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Batin Mangunang. Hasil pemeriksaan visum luar, penyebab kematian karena masuknya air ke dalam paru-paru dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ungkapnya.
2. Salah satu korban tidak didampingi orang tua

Rahmad melanjutkan, hasil penyelidikan lainnya menemukan lokasi kejadian memiliki kondisi air yang keruh. Selain itu, tempat kejadian perkara (TKP) juga berkedalaman mencapai sekitar dua meter.
Salah satu korban bernama David diketahui tidak didampingi oleh orang tua kandung saat berkunjung dan bermain di objek wisata Air Terjun Way Lalaan.
"Saat kejadian berlangsung, lokasi objek wisata dalam kondisi sepi dan jauh dari pengawasan pengunjung lain, serta penampakan air dalam keadaan keruh," ucapnya.
3. Imbau para orang tua waspada

Pascakejadian tersebut, Rahmad mengimbau agar masyarakat khusus para orang tua dapat meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung atau berekreasi ke destinasi wisata, sehingga dapat mencegah hal-hal tidak diinginkan.
"Kami mengimbau kepada orang tua agar selalu melakukan pengawasan ketat terhadap anak-anak, khususnya saat berada di lokasi wisata alam yang memiliki risiko tinggi seperti sungai dan air terjun,” imbuh Kapolres.


















