Lampung Selatan, IDN Times - Masalah sampah di Indonesia kerap berhenti di tempat yang sama, menumpuk, dipindahkan, lalu kembali menumpuk. Di sisi lain, kebutuhan energi terus meningkat dan mendorong pemerintah mencari sumber alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Di tengah dua persoalan itu, konsep waste to energy mulai dilirik sebagai solusi yang dianggap bisa “sekali jalan”, mengurangi sampah sekaligus menghasilkan listrik.
Isu tersebut menjadi bahasan utama dalam kuliah tamu bertajuk “Waste to Energy: Belajar dari Rencana Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia” yang digelar Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (Itera).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi mahasiswa dan akademisi untuk melihat lebih dekat seperti apa peluang sekaligus tantangan pembangunan PSEL yang belakangan ramai dibicarakan di berbagai daerah.
