Wamensos Targetkan Sekolah Rakyat Lampung Timur Beroperasi Juli 2026

- Wamensos Agus Jabo menargetkan Sekolah Rakyat permanen di Lampung Timur mulai beroperasi pertengahan Juli 2026, dengan kapasitas awal sekitar 270 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
- Pemerintah menyiapkan skema tambahan agar anak-anak yang sudah diasesmen tetapi belum tertampung tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan sesuai arahan Presiden.
- Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Sukadana telah mencapai 78 persen, hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Lampung Timur, IDN Times - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Lampung Timur dapat beroperasi pada tahun ajaran baru pertengahan Juli 2026.
Target tersebut disampaikan Agus saat meninjau progres pembangunan SR permanen di Kecamatan Sukadana, Kamis (11/6/2026) tepatnya usai mengunjungi Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 34 Lampung Timur.
Agus mengatakan, pemerintah saat ini terus mempercepat pembangunan sekolah rakyat, agar fasilitas pendidikan tersebut dapat siap digunakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Targetnya pertengahan Juli sudah bisa menerima siswa baru, untuk tahun ajaran baru," ujarnya.
1. Siapkan skema tambahan bagi siswa belum tertampung

Agus menjelaskan, Sekolah Rakyat permanen di Lampung Timur nantinya akan menampung sekitar 270 siswa pada tahap awal. Jumlah tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA dengan masing-masing tiga rombongan belajar.
Selain siswa baru, pemerintah juga memastikan peserta didik dari sekolah rintisan tetap akan mendapatkan layanan pendidikan. Ia menyebut, pemerintah saat ini tengah menyusun skema tambahan untuk mengakomodasi calon siswa yang telah mengikuti asesmen, namun belum tertampung akibat keterbatasan kuota.
"Kita sedang menyiapkan skema agar anak-anak yang sudah diasesmen tetapi belum tertampung tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan. Namun semuanya menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden," katanya.
2. Upaya putus rantai kemiskinan

Saat berdialog dengan siswa dan guru di SRT 34 Lampung Timur, Agus menegaskan, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
"Anak-anak harus mendapatkan prioritas, agar tidak kembali terbebani pekerjaan di rumah. Pendidikan harus menjadi jalan untuk mengubah masa depan," tegasnya.
3. Progres pembangunan capai 78 persen

Bupati Ela Siti Nuryamah turut mendampingi kunjungan Wamensos menyampaikan, progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sukadana saat ini telah mencapai sekitar 78 persen. Menurutnya, pemerintah daerah bersama Dinas Sosial dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga terus menyelesaikan proses rekrutmen calon siswa.
"Hari ini progres pembangunan sudah hampir selesai sekitar 78 persen. Mudah-mudahan 14 Juli nanti sudah bisa digunakan. Pemerintah daerah bersama Dinas Sosial dan pendamping PKH juga sedang menyelesaikan proses rekrutmen siswa," ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat disebut menjadi bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah, untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Lampung Timur. "Kami tidak patah semangat. Ini bentuk kerja keras bersama agar Sekolah Rakyat 2026 benar-benar bisa dibuka di Lampung Timur dan bermanfaat bagi masyarakat," imbuh Ela.


















