Anak Gajah Lahir di Lembah Hijau Dinamai 'Rut', Simbol RI dan Norwegia

Anak gajah betina bernama Rut lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung pada 5 Juni 2026, hasil pasangan Aris dan Mega, sebagai simbol persahabatan Indonesia–Norwegia.
Rut lahir sehat dengan berat 123 kilogram, menjadi bukti keberhasilan konservasi ex situ dalam menjaga populasi gajah sumatra yang terancam punah.
Kelahiran Rut dipandang sebagai kado Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan wujud komitmen Lembah Hijau serta BKSDA dalam pelestarian satwa endemik Indonesia.
Bandar Lampung, IDN Times - Anak gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang baru lahir di Lembaga Konservasi (LK) dan Taman Satwa Lembah Hijau Lampung resmi diberi nama "Rut" oleh Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni.
Anak gajah berjenis kelamin betina itu lahir pada 5 Juni 2026 pukul 02.51 WIB. Ia merupakan anak kedua dari pasangan indukan jantan Aris (29 tahun) dan indukan betina Mega (27 tahun), setelah sebelumnya pasangan tersebut melahirkan anak gajah jantan bernama Rawana pada 7 Agustus 2022.
"Kami memberikan nama 'Rut' sebagai simbol persahabatan sekaligus penghargaan kepada Pemerintah Norwegia, khususnya Ibu Rut Krüger Giverin," ujar Raja Juli, Jumat (12/6/2026).
1. Nama Rut jadi simbol persahabatan Indonesia dan Norwegia

Raja Juli melanjutkan, penamaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Krüger Giverin atas dukungan Pemerintah Norwegia terhadap berbagai program konservasi hutan dan lingkungan di Indonesia.
Menurutnya, pemberian nama Rut tidak sekadar penamaan satwa, melainkan simbol persahabatan dan apresiasi Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Norwegia yang selama ini mendukung agenda konservasi dan pembangunan berkelanjutan.
"Semoga anak gajah ini tumbuh sehat dan menjadi simbol harapan bagi keberlangsungan populasi gajah sumatra di masa depan," harapnya.
2. Lahir sehat dengan berat 123 kilogram

Lebih lanjut keberhasilan kelahiran anak gajah itu disebut menjadi bukti konservasi ex situ atau konservasi di luar habitat alami mampu memberikan kontribusi penting, dalam menjaga keberlangsungan spesies yang menghadapi berbagai tekanan di alam liar.
Kata Raja Juli, anak gajah Rut lahir dengan berat 123 kilogram dan saat ini dalam kondisi sehat. Tim mahout serta tenaga medis Taman Satwa Lembah Hijau terus melakukan pemantauan intensif, guna memastikan pertumbuhan dan perkembangannya berjalan optimal.
"Kelahiran Rut sekaligus menambah populasi gajah sumatra yang dikelola lembaga konservasi tersebut. Kehadirannya juga menjadi capaian penting dalam program pengembangbiakan satwa yang dijalankan secara berkelanjutan," ucapnya.
3. Jadi kado Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Komisaris Utama Taman Satwa Lembah Hijau, Irwan Nasution, mengatakan kelahiran Rut merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam mendukung pelestarian gajah sumatra.
"Kelahiran anak gajah ini menjadi bukti nyata komitmen Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung pelestarian gajah sumatra dan sebagai kado, untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia dari Taman Satwa Lembah Hijau Lampung," ucapnya.
Selain itu, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan, perawatan, dan program pengembangbiakan satwa sebagai kontribusi terhadap pelestarian salah satu satwa endemik yang kini berstatus terancam punah tersebut. "Mari jaga keberlangsungan populasi gajah sumatra untuk generasi mendatang," lanjut dia.
4. BKSDA sebut keberhasilan program konservasi

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu, Agung Nugroho turut menyambut baik keberhasilan kelahiran anak gajah sumatra di Taman Satwa Lembah Hijau.
Menurut dia, keberhasilan tersebut menunjukkan sinergi antara lembaga konservasi, tenaga profesional, dan pengelola satwa dapat memberikan dampak positif bagi pelestarian gajah sumatra di Indonesia.
"Ini menunjukkan sinergi antara lembaga konservasi, tenaga profesional, dan pengelola satwa dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya pelestarian gajah sumatra di Indonesia," imbuh Agung.


















