Produk Riset Itera Curi Perhatian di Ajang Bali Wallness dan Beauty Expo

- Itera tampil di Bali Wellness & Beauty Expo dengan membawa hasil riset dosen dan mahasiswa untuk memperkenalkan inovasi kampus kepada pelaku industri, investor, dan masyarakat luas.
- Beragam produk unggulan dipamerkan, mulai dari wisata Teluk Kiluan, kosmetik berbasis riset, hingga olahan bahan lokal seperti kerupuk kulit pisang, parfum gaharu, dan lilin aromaterapi ramah lingkungan.
- Pameran ini menarik perhatian investor serta membuka peluang kolaborasi lintas disiplin antara sains, teknologi, desain, dan industri guna memperkuat hilirisasi riset Itera ke pasar nyata.
Bandar Lampung, IDN Times – Institut Teknologi Sumatera (Itera) membawa sederet produk hasil riset dosen dan mahasiswa ke panggung nasional. Tak hanya memamerkan hasil penelitian di laboratorium, kampus yang berbasis di Lampung ini memperkenalkan berbagai inovasi yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri wellness dan beauty.
Koordinator keikutsertaan Itera dalam Bali Wellness & Beauty Expo, Mentari Pratami menyampaikan, keikutsertaan Itera dalam Bali Wellness & Beauty Expo menjadi momentum memperkenalkan produk berbasis riset kepada pelaku industri, investor, hingga masyarakat. Ajang tersebut sekaligus menunjukkan hasil penelitian kampus dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar.
"Pada kegiatan ini Itera diwakili Pusat Kelola Karya Intelektual (PKKI) dan Pusat Implementasi Inovasi (PII) di bawah koordinasi Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP)," kata Mentari, Jumat (12/6/2026).
1. Dari wisata Teluk Kiluan hingga produk kecantikan berbasis riset

Mentari menjelaskan, partisipasi Itera ini melibatkan sejumlah program studi dengan beragam produk unggulan. Program Studi Pariwisata memperkenalkan paket wisata yang menawarkan pengalaman menjelajahi Teluk Kiluan dan kawasan perkebunan nilam di Lampung. Sementara itu, Program Studi Farmasi menampilkan berbagai produk hasil pengembangan riset seperti Coffeetera, Derancia Soap, Floravia Hand Soap, Stelunara Moisturizing Body Lotion, Anola Parfum Balm, Banavea Hand Sanitizer, dan Nanawash.
Program Studi Rekayasa Kosmetik menghadirkan produk kecantikan hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa, mulai dari Lunea Lightning Face Mist, Zelora Makeup Removal, Lumina Coffe Glow Gel Scrub, Lumora Skin Moisturizing Cream, Amaraee Shampoo, Chloris Mist Perfume, hingga Amorvia Perfume.
2. Limbah pisang hingga gaharu diolah menjadi produk bernilai tinggi

Mentari menambahkan, inovasi berbasis bahan lokal juga menjadi daya tarik dalam pameran tersebut. Program Studi Teknologi Pangan memperkenalkan Kerupi, kerupuk berbahan kulit pisang yang memanfaatkan limbah pangan menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain itu, ada Nusa Namu berupa minuman bubuk instan dan permen jahe rosella yang dikembangkan sebagai alternatif pangan fungsional. Program Studi Teknik Kimia turut menampilkan parfum berbahan dasar gaharu, sementara Program Studi Kimia memamerkan Lignoterra, lilin aromaterapi ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan berkelanjutan.
Di bidang industri kreatif, Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) ada berbagai karya berbasis budaya lokal, mulai desain tekstil dan fesyen, buku ilustrasi, permainan kartu edukatif, hingga berbagai produk desain grafis yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara.
3. Dilirik investor dan pelaku industri

Berbagai produk yang dipamerkan mendapat perhatian pengunjung yang terdiri akademisi, pelaku industri, investor, hingga masyarakat yang memiliki minat terhadap sektor wellness dan beauty. Menurut Mentari, partisipasi tersebut merupakan bagian untuk memperkuat hilirisasi hasil riset sekaligus memperkenalkan potensi inovasi kampus kepada mitra industri.
Ia menekankan, pameran tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan inovasi yang dikembangkan sivitas akademika Itera memiliki peluang untuk diimplementasikan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri, investor, maupun institusi lain yang memiliki visi serupa.
"Kolaborasi lintas disiplin antara bidang sains, teknologi, desain, dan inovasi menjadi kunci untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi hasil riset Itera agar semakin siap diterapkan dan dikembangkan bersama mitra industri," tandasnya.


















