Cerita Tiga Wisudawan Terbaik Itera Lewati Berbagai Tantangan

- Itera menggelar Wisuda ke-24 dengan 1.288 lulusan, menampilkan tiga wisudawan terbaik: Nanda Rahmah Putri, Dzakki Aleza, dan Freddy Harahap.
- Nanda dari Prodi Biologi meraih Lulusan Terbaik I berkat disiplin belajar, aktif di organisasi, serta menerapkan teknik Feynman untuk memahami materi secara mendalam.
- Dzakki dan Freddy menghadapi tantangan adaptasi sosial hingga masalah pribadi, namun keduanya berhasil bangkit dan menuntaskan studi dengan prestasi membanggakan.
Lampung Selatan, IDN Times - Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar Wisuda Periode ke-24, Sabtu, 25 April 2026. Sebanyak 1.288 lulusan resmi menyandang gelar alumni dan siap berkiprah di masyarakat.
Di antara ribuan wisudawan tersebut, tiga nama menjadi perhatian, yakni lulusan terbaik wisuda periode ke-24. Mereka adalah Nanda Rahmah Putri dari Program Studi Biologi sebagai Terbaik I, disusul Dzakki Aleza dari Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan sebagai Terbaik II, serta Freddy Harahap dari Program Studi Teknik Informatika sebagai Terbaik III.
Ketiganya menunjukkan perjalanan yang tidak hanya diwarnai prestasi, tetapi juga berbagai tantangan yang berhasil mereka lewati. Berikut IDN Times rangkum cerita i inspiratif tiga wisudawan terbaik Itera.
1. Ingin berkarier sesuai bidang

Nanda Rahmah Putri bersyukur atas pencapaiannya sebagai Lulusan Terbaik I. Selama menempuh studi, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kepanitiaan, organisasi, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hingga kompetisi akademik.
Ia menuturkan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi waktu dan menjaga kesehatan, terutama pada semester tiga dan empat. Untuk mengatasinya, Nanda membiasakan mengerjakan tugas secara bertahap setiap hari serta tetap menjaga waktu istirahat.
Dalam proses belajar, ia menerapkan teknik Feynman agar lebih mudah memahami materi secara mendalam. "Ke depan, Nanda berharap dapat berkarier sesuai bidang yang diminati sekaligus membawa nama baik Prodi Biologi Itera," jelasnya.
2. Tantangan utama selama kuliah

Sementara itu, Dzakki Aleza awalnya hanya menargetkan diri sebagai mahasiswa berprestasi di tingkat program studi. Namun, ia berhasil melampaui target tersebut dengan meraih predikat mahasiswa berprestasi tingkat kampus sekaligus menjadi Lulusan Terbaik II.
Menurut Dzakki, tantangan utama selama kuliah adalah beradaptasi dalam lingkungan pertemanan. Ia menyiasatinya dengan tetap fokus pada proses belajar di kelas, menyimak penjelasan dosen dengan saksama, serta menjaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup, terutama menjelang ujian.
Ia juga bercita-cita menjadi peneliti di bidang astronomi.
3. Persaingan akademik

Berbeda dengan dua lulusan lainnya, perjalanan Freddy Harahap sebagai Lulusan Terbaik III diwarnai ujian personal yang cukup berat. Mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2022 ini mengaku sempat mengalami penurunan kepercayaan diri di tengah persaingan akademik yang ketat.
Ia juga menghadapi kehilangan ayah pada semester empat serta kesulitan finansial keluarga pada semester tujuh. Kondisi tersebut sempat memengaruhi fokus studinya.
Namun, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik yang memotivasinya untuk bangkit dan menyelesaikan studi lebih cepat dalam tujuh semester.
“Saya menerapkan metode spaced repetition agar pemahaman materi lebih konsisten. Selain itu, saya juga aktif dalam kegiatan nonakademik, seperti relawan Itera Mengajar dan kepanitiaan Duta Kampus,” ujarnya.
Ke depan, Freddy berencana mengambil waktu sejenak untuk beristirahat sebelum memulai karier. Serta berharap dapat kembali ke Itera untuk berbagi pengalaman dan memotivasi mahasiswa.


















