Taman Cendawan Itera, Pusat Riset dan Konservasi Biodiversitas Jamur

- Taman Cendawan Itera diresmikan sebagai pusat riset dan edukasi fungi, menampilkan berbagai jenis jamur Sumatera serta memperkenalkan peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis.
- Kepala BRIN Arif Satria menegaskan riset dan inovasi harus menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui peningkatan kualitas penelitian, paten, dan hilirisasi hasil riset menuju Indonesia Emas 2045.
- Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri ditekankan sebagai kunci menghasilkan inovasi berdampak, dengan Itera dijadikan contoh pemanfaatan biodiversitas untuk pendidikan dan konservasi berkelanjutan.
Lampung Selatan, IDN Times - Taman Cendawan Itera kini hadir di kawasan Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera, Jumat (19/6/2026). Kehadiran taman ini menjadi salah satu inovasi unggulan Itera dalam memperkenalkan dunia fungi kepada masyarakat sekaligus mendukung pelestarian biodiversitas Indonesia.
Saat ini, Taman Cendawan Itera mengoleksi puluhan jenis jamur dari berbagai wilayah di Sumatera, khususnya Lampung. Beberapa di antaranya adalah Jamur Kuping yang dikenal sebagai pangan bergizi, Ganoderma yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional.
Ada juga jamur unik King Alfred’s Cake atau Jamur Batu Bara yang dapat digunakan sebagai pemantik api setelah dikeringkan. Koleksi tersebut tumbuh pada berbagai substrat alami seperti kayu lapuk dan serasah, sehingga pengunjung dapat mempelajari langsung habitat dan karakteristik masing-masing spesies.
1. Bukan sekadar sebagai area koleksi jamur, tetapi sebagai wahana edukasi

Rektor Itera, I Nyoman Pugeg Aryantha, menjelaskan Taman Cendawan Itera dirancang bukan sekadar sebagai area koleksi jamur, tetapi sebagai wahana edukasi yang memperlihatkan keindahan, keunikan, serta peran penting jamur dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis.
Menurutnya, keberadaan jamur sering kali luput dari perhatian. Padahal organisme tersebut memiliki fungsi vital sebagai dekomposer yang menguraikan kayu lapuk dan serasah, mengembalikan unsur hara ke tanah, serta mendukung keberlanjutan kehidupan tumbuhan dan satwa.
Pugeg menambahkan, jamur juga memiliki peran penting dalam hubungan simbiosis dengan tumbuhan melalui mikoriza. Hubungan tersebut membantu akar tanaman menyerap air dan nutrisi secara lebih optimal, sehingga mendukung produktivitas dan kesehatan ekosistem hutan.
"Karena itu, Taman Cendawan Itera diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya fungi sebagai bagian dari keberlanjutan sumber daya hayati Indonesia," papar rektor.
2. Riset dan inovasi harus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia

Peresmian Taman Cendawan yang juga dihadiri Kepala BRIN Arif Satria juga digelar penanaman pohon Hopea bilitonensis, spesies langka endemik Pulau Belitung. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung pelestarian biodiversitas dan penguatan fungsi Kebun Raya Itera sebagai pusat konservasi, pendidikan, dan penelitian.
Usai meresmikan Taman Cendawan Itera, Kepala BRIN memberikan kuliah umum bertema “Memperkuat Sinergi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Melalui Inovasi Berkelanjutan” yang digelar Fakultas Teknologi Industri Itera, di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Itera.
Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, Arif menegaskan riset dan inovasi harus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem riset melalui peningkatan kualitas penelitian, jumlah inovasi dan paten, serta percepatan hilirisasi hasil riset agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
3. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri faktor penting menghasilkan inovasi berdampak

Menurut Arif, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi faktor penting dalam menghasilkan inovasi yang berdampak. Ia mendorong perguruan tinggi untuk bertransformasi menjadi innovation university yang tidak hanya unggul dalam publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah dan nasional.
Melalui berbagai program pendanaan dan kolaborasi yang disediakan BRIN, perguruan tinggi diharapkan semakin berperan dalam mencetak talenta unggul, memperkuat kapasitas riset, dan menghasilkan inovasi yang dapat dihilirisasi.
Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif yang dikembangkan Itera, termasuk kehadiran Taman Cendawan Itera sebagai contoh pemanfaatan biodiversitas untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan konservasi secara berkelanjutan.


















