Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profil Wawan Tohir Balaw: Didikan Pedang dan Bunga Kini Pimpin PRI Lampung

Bandar Lampung
Profil Wawan Tohir Balaw: Didikan Pedang dan Bunga Kini Pimpin PRI Lampung
Ketua DPD PRI Lampung, Andi Wawan Tohir Balaw. (Dok. Wawan).
Intinya Sih
  • Andi Wawan Tohir Balaw dipercaya memimpin DPD PRI Lampung, membawa nilai keluarga militer, adat Lampung, serta filosofi “pedang dan bunga” tentang keberanian, disiplin, kasih sayang, dan perlindungan terhadap yang lemah.
  • Lahir di Bandar Lampung, Wawan merupakan keturunan Paksi Buay Pernong dan Keratuan Balaw, menyandang gelar Suttan Hatawan, serta memiliki pengalaman karier panjang di bidang sumber daya manusia.
  • Setelah pensiun dini dari PT Agung Podomoro Land pada 2024, Wawan memilih politik sebagai jalur pengabdian dan menargetkan PRI Lampung memperoleh kursi legislatif untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Nama Andi Wawan Tohir Balaw mulai menjadi perhatian setelah dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Rakyat Indonesia (PRI) Provinsi Lampung. Di balik kiprahnya di dunia politik, Wawan mengaku membawa bekal pendidikan keluarga, nilai adat Lampung, hingga pengalaman panjang di dunia profesional.

Pria kelahiran Bandar Lampung, 25 Maret 1973 itu lahir sebagai anak ketiga dari pasangan almarhum Kolonel TNI H. M. Tohir Ismail Balaw dan Hj. Maryam Zanariah. Ayahnya merupakan perwira TNI lulusan Akademi Militer Nasional 1964 dikenal tegas, tetapi tetap humanis dalam mendidik anak-anaknya.

Dalam wawancara bersama IDN Times, Wawan mengatakan, pola asuh sang ayah dirangkum dalam sebuah filosofi yang hingga kini masih dipegang teguh, yakni "pedang dan bunga".

"Pedang mengajarkan kami mempertahankan hak, berjuang, disiplin dan berani. Sedangkan bunga mengajarkan kami untuk tetap berbelas kasih, tidak mengambil hak orang lain, dan melindungi yang lemah," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

1. Lahir dari keluarga militer dan bangsawan adat Lampung

IMG-20260807-WA0000.jpg
Ketua DPD PRI Lampung, Andi Wawan Tohir Balaw. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selain berasal dari keluarga militer, Wawan juga memiliki garis keturunan adat Lampung dari dua marga besar. Dari garis ibu, ia merupakan keturunan Paksi Buay Pernong, salah satu dari empat Kepaksian di Kerajaan Paksi Pak Skala Brak. Sementara dari garis ayah, ia merupakan keturunan Keratuan Balaw yang berasal dari masyarakat adat Pepadun.

Secara adat, Wawan menyandang gelar Suttan Hatawan dan mengaku sejak kecil dididik untuk memegang teguh nilai-nilai adat Lampung.

"Petatah-petitih adat, cara menghormati orang tua, sampai tata cara memanggil keluarga semuanya diajarkan sejak kecil. Itu sudah menjadi bagian dari diri saya," ucapnya.

2. Masa kecil berpindah-pindah mengikuti tugas ayah

IMG_20260807_083413.jpg
Andi Wawan Tohir Balaw berswafoto bersama sang istri Ema Saturdayana. (Dok. Wawan).

Sebagai anak seorang prajurit TNI, masa kecil Wawan dihabiskan berpindah-pindah kota mengikuti penugasan sang ayah. Ia sempat tinggal di Makassar, Bandung, Palembang hingga Jakarta. Baru ketika duduk di bangku kelas 1 SMP, keluarganya menetap di Jakarta.

Meski tumbuh di berbagai daerah, Wawan mengaku hubungan emosional dengan Provinsi Lampung sebagai tanah kelahirannya tidak pernah terputus. Ia bersama keluarga rutin pulang ke kampung halaman setiap beberapa bulan sekali.

Baginya, Lampung selalu menjadi tempat yang ingin ia kembali. "Saya lahir di Lampung, darah saya darah Lampung. Saya ingin kembali mengabdi di Lampung dan kalau nanti Allah memanggil saya, saya ingin dimakamkan di tanah kelahiran saya," ucap suami dari Ema Saturdayana tersebut.

3. Didikan keras membentuk karakter kepemimpinan

IMG_20260807_083503.jpg
Andi Wawan Tohir Balaw berswafoto bersama dua anak dan istrinya. (Dok. Wawan).

Wawan mengenang salah satu pengalaman masa kecil yang membentuk karakternya. Semasa masih taman kanak-kanak di Bandung, uang jajannya sempat dirampas oleh anak yang lebih besar. Bukannya dibela, sang ayah justru memintanya kembali menghadapi pelaku dan merebut uang tersebut.

Alhasil, ia akhirnya harus menghadapi anak-anak tersebut hingga berhasil membawa pulang kembali uangnya. Menurut Wawan, peristiwa itu menjadi pelajaran agar tidak menyerah ketika haknya diambil orang lain.

Di sisi lain, ia juga diajarkan nilai kasih sayang dalam keluarga. Ia mengenang bagaimana kakak tertuanya rela mengaku bersalah saat sebuah guci kesayangan keluarga pecah, itu demi melindungi dirinya dan sang adik dari hukuman ayah.

"Di situ saya belajar, bahwa seorang pemimpin juga harus melindungi orang yang berada di bawah tanggungjawabnya," kenang pria 53 tahun tersebut.

4. Tempuh karier panjang di dunia profesional

IMG-20260805-WA0018.jpg
Ketua DPD PRI Lampung, Wawan Tohir Balaw . (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Sebelum terjun ke politik, Wawan menghabiskan sebagian besar kariernya di bidang sumber daya manusia (human resources). Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pancasila dan menyelesaikan pendidikan magister di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia dengan konsentrasi Manajemen SDM.

Karier profesionalnya dimulai dari perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Selatan. Kemudian berlanjut di sejumlah perusahaan nasional, di antaranya Sahid Group, Carrefour/Transmart, KINO Group, MidPlaza Group, Summarecon Agung hingga Agung Podomoro Land.

Jabatan terakhirnya sebelum pensiun dini adalah Senior HR Manager PT Agung Podomoro Land Tbk. Setelah pensiun pada 2024, ia kembali ke Lampung dan kini juga menjabat sebagai Head of HR Consultant, Komisaris Arizona Lawfirm, serta Director Veritrans Group.

5. Pilih mengabdi lewat jalur politik

IMG_20260807_083423.jpg
Ketua DPD PRI Lampung, Andi Wawan Tohir Balaw bersama sekretaris dan bendahara memimpin konsolidasi PRI di Lampung. (Dok. Wawan).

Wawan mengatakan, keputusan bergabung dengan Partai Rakyat Indonesia berawal dari ajakan sahabatnya, Ir. Indra Baskara yang kemudian mempertemukannya dengan Ketua Umum PRI, Nazaruddin.

Menurutnya, sejumlah diskusi mengenai arah partai dan gagasan pembangunan daerah membuatnya mantap menerima amanah sebagai Ketua DPD PRI Lampung. Ia juga menyebut tujuan utamanya bukan sekadar berpolitik, melainkan menjadikan politik sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

Dalam jangka pendek, Wawan menargetkan PRI di bawah kepemimpinannya di Provinsi Lampung dapat memperoleh kursi legislatif, itu sebagai langkah awal memperjuangkan aspirasi masyarakat Lampung melalui parlemen.

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat kepada orang lain. Saya memilih jalur politik sebagai cara untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Lampung," ucapnya.

6. Terinspirasi Soeharto hingga Umar bin Khattab

IMG_20260807_083452.jpg
Ketua DPD PRI Lampung, Andi Wawan Tohir Balaw memimpin kunjungan ke tokoh agama di Provinsi Lampung. (Dok. Wawan).

Berbicara mengenai sosok yang menginspirasinya, Wawan menyebut orang tuanya sebagai teladan utama, disusul sang kakak, Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ia juga mengaku banyak belajar dari gaya kepemimpinan keluarga besarnya di lingkungan adat Lampung, termasuk Yang Mulia Sultan Sekala Brak Paduka, Brigjen (Purn) Edward Syah Pernong dan Irjen (Purn) Ike Edwin merupakan kedua kakak sepupunya.

Sementara dalam dunia politik, Wawan mengaku terinspirasi oleh gaya kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto yang menurutnya mengedepankan politik santun. Selain itu, ia juga menyebut Presiden pertama RI Soekarno, Jenderal Soedirman, Rasulullah Muhammad SAW, hingga Umar bin Khattab.

"Tokoh-tokoh yang saya sebutkan tadi saya akui banyak memengaruhi cara pandang mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat," imbuh ayah dua anak tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More