Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 Tumbuh 5,29 Persen?

Bandar Lampung
Mengapa Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 Tumbuh 5,29 Persen?
ilustrasi keramaian (pexels.com/Markus Winkler)
Intinya Sih
  • Ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026, 9,03 persen dibanding triwulan sebelumnya, dan 5,43 persen secara kumulatif pada semester I-2026.
  • Dari sisi produksi, pengadaan listrik dan gas tumbuh tertinggi 10,30 persen, disusul perdagangan 7,98 persen dan industri pengolahan 6,99 persen yang ditopang produksi makanan.
  • Konsumsi pemerintah naik 12,80 persen, sementara Lampung menjadi ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Sumatra dan menyumbang 10,14 persen terhadap PDRB regional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - ​Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung Triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara year-on-year (y-on-y). Sementara secara kumulatif perekonomian Provinsi Lampung pada semester I-2026 (Januari–Juni) tercatat tumbuh sebesar 5,43 persen cumulative-to-cumulative (c-to-c).

Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Lampung di Triwulan II-2026 juga mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar 9,03% secara quarter-to-quarter (q-to-q). ​Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution dalam keterangan pers, Rabu (5/8/2026).

1. Sektor pengadaan listrik dan gas motor penggerak tercepat lonjakan pertumbuhan

ilustrasi listrik (freepik.com/pvproductions)
ilustrasi listrik (freepik.com/pvproductions)

Ahmad menjelaskan, dari sisi produksi (lapangan usaha), seluruh sektor utama penggerak ekonomi mencatatkan pertumbuhan. Sektor Pengadaan Listrik dan Gas menjadi motor penggerak tercepat dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 10,30 persen.

"Kondisi tersebut didorong oleh peningkatan produksi dan penjualan listrik. Pertumbuhan tertinggi selanjutnya disusul oleh sektor Perdagangan sebesar 7,98 persen serta Industri Pengolahan sebesar 6,99 persen," paparnya.

Ahmad menambahkan, pertumbuhan pada Industri Pengolahan utamanya ditopang oleh peningkatan produksi industri makanan, terutama penggilingan padi, gula, dan tapioka.

2. Pengeluaran konsumsi pemerintah laju pertumbuhan tertinggi

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)

​Beralih ke sisi pengeluaran, berbagai komponen menunjukkan tren pertumbuhan. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tampil dengan laju pertumbuhan tertinggi mencapai 12,80 persen didorong oleh meningkatnya realisasi program-program pemerintah.

Selanjutnya diikuti oleh Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh 7,89 persen dan Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh 4,86 persen. ​Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tetap menjadi pendorong utama ekonomi dengan porsi mayoritas sebesar 61,08 persen terhadap PDRB.

"Selain itu, pangsa pengeluaran terbesar lainnya ditopang oleh Ekspor 41,02 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB 18 persen," jelas Ahmad.

3. Pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatra

Potret Menara Siger, Lampung (diskominfotik.lampungprov.go.id)
Potret Menara Siger, Lampung (diskominfotik.lampungprov.go.id)

Menurut Kepala BPS Provinsi Lampung, struktur ekonomi Lampung secara fundamental masih bertumpu pada tiga sektor utama yang memberikan porsi penyumbang (share) terbesar terhadap total PDRB. Rinciannya adalah sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan memimpin dengan pangsa sebesar 28,35 persen, diikuti Industri Pengolahan 18,56 persen, dan Perdagangan sebesar 14,27 persen.

Ahmad menjelaskan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada Triwulan II-2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp147,91 triliun. Sementara atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp80,07 triliun.

Ia menambahkan, ​pertumbuhan ekonomi Lampung Triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen menjadikan wilayah setempat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di seluruh Sumatra. Urutan pertama Provinsi Kepulauan Riau pertumbuhannya mencapai 6,99 persen.

Selain itu, skala regional di Pulau Sumatra, Provinsi Lampung berhasil menyumbangkan kontribusi sebesar 10,14 persen terhadap total PDRB Sumatra pada Triwulan II-2026. Dengan capaian ini, Lampung menempati urutan keempat sebagai penyumbang perekonomian terbesar di Sumatra, setelah Sumatra Utara (23,37 persen), Riau (23,33 persen), dan Sumatra Selatan (13,64 persen).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More