Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Periode ke-24 Institut Teknologi Sumatera (Itera) pada Sabtu, 25 April 2026, di Pelataran Gedung OZT Itera (Dok.Itera)
Namun, yang paling menyita perhatian adalah ketika Nyoman menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan wisuda terakhirnya sebagai rektor. Dalam dua bulan ke depan, ia bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Khairurrijal akan kembali ke kampus induk di ITB. Kalimat itu seketika mengubah atmosfer acara. Bagi banyak sivitas akademika, sosok Nyoman bukan sekadar rektor, tetapi wajah dari perjalanan Itera yang berkembang cepat dalam beberapa tahun terakhir. Perpisahan ini pun terasa seperti penanda babak baru bagi kampus tersebut. Meski meninggalkan jabatan, Nyoman menegaskan keterikatannya pada Itera tidak akan pernah putus.
“Percayalah, jiwa dan raga kami akan terus bersama Itera. Membangun dan membesarkan Itera, menjadi kampus ternama di Indonesia, bahkan dunia. Menghasilkan sarjana-sarjana unggul, dan inovasi bermanfaat, serta ilmuan yang kelak memenangkan penghargaan nobel,” ucapnya.
Pernyataan itu menjadi semacam pesan warisan, sekaligus gambaran ambisi besar yang ingin terus ditanamkan pada Itera. Ia seolah menegaskan bahwa kampus ini belum selesai tumbuh, dan perjalanan menuju perguruan tinggi kelas dunia masih panjang. Di akhir sambutannya, Nyoman menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, mitra, serta semua pihak yang selama ini ikut membangun Itera. Kepada para lulusan, ia berpesan agar terus melangkah dengan keberanian, tetap mengabdi kepada bangsa, dan membawa nama Itera ke level yang lebih tinggi.