Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pangdam Radin Inten Turun ke Sawah Pimpin Tanam Padi di Lampung Timur

IMG-20260120-WA0005.jpg
Gerakan tanam padi serentak di Lampung Timur sinergi Kodam XXI/Radin Inten. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya sih...
  • Target 500 hektare, produksi hingga 3.500 ton gabahTNI Kristomei memimpin gerakan tanam padi serentak di Lampung Timur dengan target lahan 500 hektare dan harapan hasil panen 3.000-3.500 ton gabah.
  • Libatkan Babinsa dampingi petani hingga panenKodam XXI/Radin Inten akan mendampingi petani dari masa tanam hingga panen, serta memastikan harga gabah tidak di bawah HPP Rp6.600.
  • Uji coba pengembangan varietas padi berproduksi tinggiKodam XXI/Radin Inten bersama pemerintah daerah akan mengembangkan varietas padi baru dengan produktivitas lebih tinggi, dengan target hasil panen 10-12 ton
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Timur, IDN Times - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi memimpin gerakan tanam padi serentak di lahan persawahan Desa Braja Fajar, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan tanam padi itu dilakukan bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan ratusan prajurit TNI lainnya.

Pantauan IDN Times di lokasi, Selasa (20/1/2026), Pangdam Mayjen TNI Kristomei turun langsung ke sawah, bahkan melepas sepatunya saat menanam padi bersama warga setempat. Dengan lengan seragam disingsingkan dan mengenakan topi caping, ia memasuki area persawahan sambil menenteng seikat bibit padi.

Layaknya seorang petani, Kristomei tampak serius dan penuh antusias menanam bibit padi satu per satu di lahan sawah yang telah disiapkan.

1. Target 500 hektare, produksi hingga 3.500 ton gabah

IMG-20260120-WA0006.jpg
Gerakan tanam padi serentak di Lampung Timur sinergi Kodam XXI/Radin Inten. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Terkait gerakan tanam padi serentak, Kristomei mengatakan, sengaja dipusatkan di Kabupaten Lampung Timur dengan sasaran lahan seluas 500 hektare, dengan harapan mampu menghasilkan sekitar 3.000 sampai 3.500 ton gabah.

Menurutnya, hasil panen tersebut diharapkan mampu berkontribusi terhadap pencapaian swasembada pangan di Provinsi Lampung sebesar 15 hingga 25 persen pada 2026.

“Bibit yang kita pakai adalah Inpari 32 Jumbo yang memiliki potensi hasil panen tinggi. Harapannya, satu hektare bisa menghasilkan hingga 8 ton dengan kualitas hampir sama dengan Ciherang, pulen dan cukup diminati masyarakat,” ujarnya dimintai keterangan.

2. Libatkan Babinsa dampingi petani hingga panen

IMG-20260120-WA0007.jpg
Gerakan tanam padi serentak di Lampung Timur sinergi Kodam XXI/Radin Inten. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Tidak berhenti di sini, Kristomei melanjutkan, Kodam XXI/Radin Inten bersama kelompok tani binaan Kodim akan melakukan pendampingan penuh, mulai dari masa tanam hingga panen.

“Kami akan mendampingi dari masa tanam, perawatan, sampai panen dan penyerapan gabah oleh Bulog. Harga tidak boleh di bawah HPP Rp6.600 sesuai ketetapan pemerintah pusat,” tegasnya.

Selain itu, Babinsa juga akan berperan sebagai pendamping dan penyuluh pertanian di lapangan, berdampingan dengan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). “Babinsa kami bekali aplikasi berbasis AI untuk membantu petani mulai dari distribusi alat pertanian, pupuk, memastikan tidak ada permainan pupuk, sampai penyerapan gabah oleh Bulog,” lanjut dia.

3. Uji coba pengembangan varietas padi berproduksi tinggi

IMG-20260120-WA0004.jpg
Gerakan tanam padi serentak di Lampung Timur sinergi Kodam XXI/Radin Inten. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Kristomei menambahkan, Kodam XXI/Radin Inten bersama pemerintah daerah juga berencana mengembangkan varietas padi baru dengan produktivitas lebih tinggi.

Sejalan dengan cita-cita tersebut, ia berharap kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di Provinsi Lampung.

“Kami sedang menyiapkan riset pengembangan bibit padi baru bersama para teknokrat dan ilmuwan. Lampung Tengah dan Lampung Timur akan menjadi lokasi uji coba, dengan target hasil panen 10 sampai 12 ton per hektare,” imbuh Pangdam.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

Pedagang Bawang Ditikam OTK di Pasar Pringsewu, Pelaku Diamuk Massa

20 Jan 2026, 14:02 WIBNews