Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

NasDem Lampung Bantah Isu Merger dengan Gerindra, Surati Dewan Pers

NasDem Lampung Bantah Isu Merger dengan Gerindra, Surati Dewan Pers
Kader NasDem menggelar aksi damai di depan kantor DPW Provinsi Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya Sih
  • DPW NasDem Lampung membantah isu marger dengan Gerindra dan menilai pemberitaan Tempo tidak melalui konfirmasi resmi serta terkesan menyudutkan partai di hadapan publik.
  • Sebagai bentuk keberatan, NasDem Lampung mengirim surat ke Dewan Pers melalui PWI Lampung, menilai produk jurnalistik Tempo merugikan partai namun tetap menghormati kebebasan pers.
  • Husein menegaskan seluruh pengurus dan kader NasDem di Lampung tetap solid serta tegak lurus mendukung kepemimpinan Ketua Umum Surya Paloh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Lampung angkat bicara dan menyatakan sikap ihwal beredar isu merger dengan Partai Gerindra turut menyeret nama Ketua Umum (Ketum) Surya Paloh hingga Presiden RI Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPW Partai Nasdem Lampung, Rakhmat Husein mengatakan, kabar atau informasi tersebut sama sekali tidak pernah dikonfirmasi secara resmi oleh Media Tempo kepada pihak partai.

“Iya, pertama kita ini berkawan dengan media. Sama-sama pilar demokrasi. Tapi dalam prosesnya, kita juga harus sama-sama menjunjung kode etik masing-masing,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

1. Nilai menyudutkan partai dan sebatas asumsi

IMG-20260415-WA0030.jpg
Kader NasDem menggelar aksi damai di depan kantor DPW Provinsi Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Husein melanjutkan, pemberitaan telah diembuskan oleh Tempo tersebut tidak tepat karena tidak melalui proses konfirmasi kepada Partai NasDem. Bahkan terkesan menyudutkan partai ke muka publik

“Apa yang dilakukan Tempo kemarin itu gak enak buat kita. Menuduh, mem-framing segala macam. Sementara gak ada konfirmasi resmi kepada Partai NasDem,” katanya.

Lebih lanjut ia menyebut, informasi beredar hanya berdasarkan asumsi dari pertemuan sejumlah tokoh. Termasuk dengan sosok yang disebut 'Pak Bowo' tanpa penjelasan resmi dari pihak terkait.

“Pertemuan itu hal biasa. Semua partai politik juga melakukan hal yang sama, tapi kemudian diasumsikan ke mana-mana. Itu yang tidak pas,” lanjut dia.

2. Bersurat ke Dewan Pers lewat PWI Lampung

IMG_20260415_134826.jpg
Kader NasDem menggelar aksi damai di depan kantor DPW Provinsi Lampung. (IDN Times/Istimewa).

Sebagai bentuk keberatan atas pemberitaan ini, DPW NasDem Lampung telah mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di tingkat Provinsi Lampung, untuk menyampaikan surat kepada Dewan Pers terkait produk jurnalistik dinilai merugikan partai tersebut.

“Ini bagian dari sikap kami. Kita menyampaikan keberatan atas produk jurnalistik yang menurut kami tidak tepat, termasuk ilustrasi cover yang dibuat,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan, NasDem tetap menghormati kebebasan pers sebagai bagian dari demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar media tetap menjalankan prinsip jurnalistik secara profesional.

“Silakan mengkritik NasDem, menyampaikan apa saja, tapi tentu harus dengan konfirmasi. Tidak bisa langsung men-judge tanpa klarifikasi,” lanjutnya.

3. Tegaskan kader di Lampung tetap solid

IMG-20260415-WA0024.jpg
Kader NasDem menggelar aksi damai di depan kantor DPW Provinsi Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Terkait langkah selanjutnya, Husein menambahkan, jajaran pengurus hingga kader partai menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada pihak Dewan Pers. Selain itu, ia menegaskan kondisi internal Partai NasDem di Lampung tetap solid di bawah kepemimpinan Surya Paloh.

“Kita tegaskan, NasDem dari tingkat pusat sampai ranting di Lampung tetap utuh, solid, dan tegak lurus dengan Ketua Umum Surya Paloh,” imbuh Husein.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More