BMKG Ungkap Pemicu Banjir Hebat Bandar Lampung, Warga Diminta Waspada!

- BMKG menjelaskan banjir di Bandar Lampung dipicu sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Lampung yang menyebabkan belokan angin dan konvergensi, memicu pertumbuhan awan hujan signifikan.
- Suhu muka laut hangat dan kelembapan tinggi memperkuat pembentukan awan hujan, dengan radar mendeteksi pertumbuhan awan sejak sore hingga malam yang menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
- BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem serta mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan pohon tumbang akibat hujan intensitas tinggi berjam-jam.
Bandar Lampung, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sejumlah faktor utama memicu terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang hingga menyebabkan banjir di sebagian besar wilayah Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto mengatakan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer cukup kompleks di Provinsi Lampung.
“Faktor dominan berasal dari adanya pola sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Lampung yang memicu belokan angin dan konvergensi di wilayah ini. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan secara signifikan,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).
1. Penguatan pembentukan awan hujan

Selain pola sirkulasi siklonik, Rudi melanjutkan, suhu muka laut di sekitar perairan Lampung relatif hangat dengan anomali berkisar antara minus 2,0 hingga plus 3,2 derajat Celsius turut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer.
“Kondisi ini memperkuat pembentukan awan hujan, apalagi didukung kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni mencapai 70 hingga 100 persen pada lapisan 850 hingga 500 milibar,” jelasnya.
Berdasarkan pengamatan radar cuaca, awan hujan sudah terdeteksi mulai tumbuh secara lokal dari arah tenggara Kota Bandar Lampung pada sore hari, sebelum akhirnya bergabung dan meluas saat memasuki wilayah kota sekitar pukul 16.35 WIB.
“Hingga malam hari, awan hujan masih terus terbentuk dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang,” lanjut dia.
2. Telah umumkan peringatan dini cuaca ekstrem

Rudi menyebutkan, BMKG sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca. Menurutnya, Peringatan tiga harian diterbitkan pada 14 April 2026 menyebutkan, potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Bandar Lampung.
Selain itu, peringatan dini cuaca ekstrem juga sempat diumumkan tiga kali pada pukul 16.15 WIB hingga 20.00 WIB di hari sama.
"Kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem," pinta dia.
3. Minta warga tetap waspada cuaca ekstrem

Merujuk kondisi saat ini, Rudi menambahkan, masyarakat perlu waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat dapat berlangsung lebih dari satu jam, disertai angin kencang bahkan hujan es.
Pasalnya, kondisi cuaca tersebut bisa berdampak atau berpotensi menghadirkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
"Bagi warga tinggal di wilayah perbukitan atau daerah rawan longsor agar tetap siaga, terutama jika hujan ringan hingga sedang terjadi secara terus-menerus selama beberapa hari. BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca," imbuhnya.
















