- 22/11/2025 PSIM Yogyakarta 1-0 Bhayangkara
- 26/2/2025 PSIM Yogyakarta 2-1 Bhayangkara
- 19/12/2024 PSIM Yogyakarta 1-2 Bhayangkara
- 19/9/2024 Bhayangkara 0-1 PSIM Yogyakarta
Munster Cegah Kebobolan Cepat, PSIM Siap Hadapi Transisi Bhayangkara

- Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, fokus membenahi kebobolan cepat dan menyiapkan tim agar tampil lebih solid menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sumpah Pemuda.
- Munster menegaskan Bhayangkara tak boleh bergantung pada Moussa Sidibe serta tetap mewaspadai PSIM meski lawan kehilangan empat pemain penting akibat akumulasi kartu dan cedera.
- Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mewaspadai tiga penyerang Bhayangkara yang unggul duel udara, sementara bek Reva Adi menyebut laga ini bernuansa derby dengan tensi tinggi sejak awal.
Bandar Lampung, IDN Times - Bhayangkara Presisi Lampung FC bakal menjamu tamunya PSIM Yogyakarta pada pekan ke-28 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (17/4/2026).
Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, mengatakan timnya sudah melakukan persiapan pasca kekalahan 2-1 saat bertandang ke Jepara pada pekan ke-27 kemarin. Ia berharap anak asuhnya bisa segera bangkit dan menampilkan performa terbaik.
"Kami sudah ada di pertandingan melawan PSIM dan kami harus bersiap cepat, dan berharap performa terbaik untuk laga besok sore," katanya, Kamis (16/4/2026)
1. Kemasukan diawal laga jadi perhatian

Jelang laga menghadapi Laskar Mataram, Munster menyoroti kebobolan pada menit awal laga dalam dua pertandingan terakhir mereka.
Munster mengaku sudah membahas persoalan tersebut bersama para pemain. Ia berharap ada respons yang lebih baik saat menghadapi PSIM.
"Antisipasi kebobolan di menit awal pertandingan kami sudah berdiskusi dan berharap ada aksi lebih baik, dan lebih besar untuk pertandingan besok," ujarnya.
2. Bhayangkara tak mau bergantung pada Sidibe

Munster juga menyoroti performa striker andalannya, Moussa Sidibe yang menjadi sorotan tim lawan. Ia menegaskan Bhayangkara tidak boleh bergantung hanya kepada satu pemain.
Menurutnya, kualitas tim justru akan terlihat saat seluruh pemain mampu berkontribusi dan menciptakan permainan yang lebih baik.
"Kami sudah evaluasi untuk Sidibe dan sebagai tim kami tidak bisa mengandalkan satu pemain saja. Yang paling penting tim kami bisa menunjukkan kualitasnya dan berharap bisa lebih pintar lagi untuk menciptakan permainan yang lebih bagus lagi," jelasnya.
Meski PSIM kehilangan sejumlah pemain, Munster menilai lawannya tetap berbahaya. Ia menyebut skuad asuhan Jean-Paul van Gastel masih memiliki pemain-pemain berkualitas.
"PSIM memiliki permainan yang bagus dengan pemain yang bagus dan berkualitas. Walaupun ada banyak yang absen kami tidak bisa meremehkan mereka, dan kami harus tetap fokus," ucapnya.
Diketahui PSIM ada empat pemain yang dipastikan absen, yakni Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera (akumulasi kartu), serta Rakhmatsho Rakhmatzoda dan Anton Fase akibat cedera.
3. Jean-Paul van Gastel waspadai tiga penyerang Bhayangkara

Di kubu lawan, pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mengakui timnya datang dengan sejumlah keterbatasan. PSIM dipastikan kehilangan dua pemain, namun ia menyebut situasi itu sudah diprediksi sejak awal musim.
"Persiapan sama seperti biasanya. Lebih detailnya lagi kita kehilangan dua pemain, secara keseluruhan sudah tahu dan itu kita minta dari season awal," ujarnya.
Ia secara khusus menyoroti tiga penyerang Bhayangkara yang dinilai berbahaya karena memiliki postur dan kemampuan duel udara.
"Yang diwaspadai tiga penyerangnya karena postur yang berbahaya. Ketika kita memegang bola kita akan waspada agar momen transisi serangan cepat Bhayangkara tersebut tidak terjadi," katanya.
Meski begitu, ia tetap menaruh perhatian besar kepada Bhayangkara. Menurutnya, performa Bhayangkara di putaran kedua sangat impresif, terutama setelah mendatangkan enam pemain baru.
"Bhayangkara di putaran kedua adalah tim yang bermain impresif. Mereka punya 21 poin di putaran pertama dan berhasil menambah enam pemain baru hingga saat ini menambah 23 poin," jelasnya.
4. Lawan Bhayangkara seperti derby

Pemain PSIM, Reva Adi Utama, mengaku memiliki kenangan tersendiri saat kembali ke Lampung. Ia pernah membela tim Badak Lampung dan masih mengingat keramahan masyarakat setempat.
"Saya pernah membela tim asal Lampung (Badak Lampung), masyarakat Lampung sangat ramah dan baik sama saya. Saya berharap bisa mendapat hal yang baik," kata Reva.
Namun, bek PSIM itu menegaskan tidak ada ruang untuk bersantai. Menurutnya, setiap pertandingan kini terasa seperti final karena PSIM ingin terus meraih kemenangan.
"Setiap pertandingan adalah final, karena kami ingin memenangkan pertandingan. Tentu saja di pertandingan itu ada ketegangan, itu biasa, kita harus bisa mengontrol lagi untuk bisa mengatasi tekanan," ujarnya.
Reva bahkan menyebut duel melawan Bhayangkara memiliki nuansa seperti derby. Karena itu, ia menilai tensi pertandingan bakal tinggi sejak menit awal.
"Ini seperti derby jadi kita bisa memaksimalkan tekanan, kami sudah siap untuk menghadapi tensi itu," tuturnya.
Diketahui, PSIM dan Bhayangkara sudah empat kali bertemu, Bhayangkara hanya meraih 1 kemenangan dan PSIM 3 kemenangan:

















