Lampung Darurat Rokok! 5 Daerah Jumlah Perokok Terbanyak

- Kenaikan harga rokok belum mampu menekan jumlah perokok di Lampung, dengan data BPS menunjukkan tingginya angka perokok di berbagai kelompok usia dari muda hingga lansia.
- Lima daerah dengan jumlah perokok terbanyak di Lampung adalah Pesisir Barat, Tulang Bawang, Lampung Barat, Pesawaran, dan Tanggamus berdasarkan persentase perokok aktif lintas umur.
- Pesisir Barat mencatat tingkat perokok tertinggi di provinsi ini, menunjukkan kebiasaan merokok yang sudah mengakar kuat dan merata di hampir semua generasi masyarakatnya.
Bandar Lampung, IDN Times - Kenaikan harga rokok terjadi berulang kali ternyata belum mampu menekan jumlah perokok di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Fenomena ini menjadi ironi tersendiri, mengingat kampanye bahaya rokok terus digencarkan, mulai dari penyuluhan di tingkat puskesmas hingga edukasi di rumah sakit.
Namun, realitanya berbeda. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, angka perokok aktif di Lampung masih tergolong tinggi di berbagai kelompok usia.
Bahkan, tren ini terlihat merata dari usia muda hingga lansia, menandakan rokok masih menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di sejumlah daerah.
Lalu, daerah mana saja memiliki jumlah perokok terbanyak? Berikut IDN Times sudah merangkum 5 daerah di Lampung dengan jumlah perokok terbanyak berdasarkan data BPS Lampung yang diolah dari rata-rata persentase perokok di seluruh kelompok umur.
1. Kabupaten Tanggamus

Kabupaten Tanggamus menjadi pembuka dalam daftar ini. Wilayah seluas sekitar 2.855 kilometer persegi ini memiliki bentang alam pesisir hingga pegunungan, sehingga sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi penopang utama ekonomi masyarakatnya.
Dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan nelayan, kebiasaan merokok pun cukup lekat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari data BPS menunjukkan pada usia muda 15 - 24 tahun, sudah ada 22,16 persen yang merokok.
Angka ini kemudian melonjak cukup tajam di usia produktif, yakni menjadi 42,99 persen pada usia 25 - 34 tahun dan 42,31 persen pada usia 35 - 44 tahun.
Menariknya, tren tersebut masih bertahan di usia lebih matang, dengan 43,71 persen pada usia 45 - 54 tahun dan 41,93 persen pada usia 55 - 64 tahun, sebelum akhirnya menurun menjadi 24,10 persen pada kelompok usia lanjut.
Dari data tersebut, Kabupaten Tanggamus menempati posisi kelima sebagai daerah dengan jumlah perokok terbanyak di Lampung. Pola ini menunjukkan kebiasaan merokok di Tanggamus paling dominan terjadi di usia produktif.
2. Kabupaten Pesawaran

Kabupaten Pesawaran merupakan wilayah penyangga Kota Bandar Lampung juga menunjukkan tren serupa. Luas wilayah sekitar 1.173 kilometer persegi dan karakter wilayah perbukitan serta pesisir, daerah ini memiliki mobilitas penduduk cukup tinggi.
Kondisi tersebut ikut memengaruhi gaya hidup masyarakatnya. Data BPS mencatat 26,19 persen penduduk usia 15 - 24 tahun sudah merokok. Angka ini kemudian meningkat menjadi 40,76 persen pada usia 25 - 34 tahun dan mencapai puncaknya di 44,53 persen pada usia 35 - 44 tahun.
Meski setelah itu sedikit menurun, persentasenya tetap tinggi, yakni 42,27 persen pada usia 45 - 54 tahun, 35,97 persen pada usia 55 - 64 tahun, dan 33,24 persen pada usia lanjut.
Dari data tersebut, Kabupaten Pesawaran menempati posisi keempat sebagai daerah dengan jumlah perokok terbanyak di Lampung. Artinya, kebiasaan merokok di Pesawaran tidak hanya tinggi di usia produktif, tetapi juga cukup bertahan hingga usia tua.
3. Kabupaten Lampung Barat

Kabupaten Lampung Barat dikenal sebagai daerah pegunungan dengan luas sekitar 2.142 kilometer persegi juga masuk dalam daftar ini. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani kopi, sehingga aktivitas sehari-hari sangat erat dengan lingkungan perkebunan.
Dalam konteks tersebut, kebiasaan merokok tampaknya sudah menjadi bagian dari rutinitas. Hal ini terlihat dari 27,97 persen perokok di usia 15 - 24 tahun. Angka ini meningkat menjadi 39,02 persen pada usia 25 - 34 tahun dan melonjak tajam hingga 47,15 persen pada usia 35 - 44 tahun.
Tren tinggi ini masih berlanjut pada usia 45 - 54 tahun dengan 45,44 persen, serta 43,39 persen pada usia 55 - 64 tahun, sebelum turun menjadi 29,23 persen pada usia lanjut.
Dari data tersebut, Kabupaten Lampung Barat menempati posisi ketiga sebagai daerah dengan jumlah perokok terbanyak di Lampung. Dengan pola seperti ini, terlihat jelas bahwa kebiasaan merokok di Lampung Barat sangat kuat di usia produktif.
4. Kabupaten Tulang Bawang

Kabupaten Tulangbawang memiliki luas wilayah sekitar 3.466 kilometer persegi dengan karakteristik dataran rendah dan rawa. Wilayah ini dikenal sebagai pusat perkebunan, sehingga sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor tersebut.
Kondisi ini sejalan dengan tingginya angka perokok di berbagai kelompok usia. Pada usia 15 - 24 tahun, tercatat 25,51 persen sudah merokok. Angka ini meningkat menjadi 41,43 persen pada usia 25 - 34 tahun dan 46,20 persen pada usia 35 - 44 tahun.
Hal cukup mencolok, tren tinggi ini tetap bertahan di usia berikutnya, yakni 44,12 persen pada usia 45 - 54 tahun dan 35,05 persen pada usia 55 - 64 tahun. Bahkan pada usia 65 tahun ke atas, persentasenya masih sangat tinggi, mencapai 40,99 persen. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok di Tulangbawang tidak hanya kuat di usia produktif, tetapi juga bertahan hingga usia lanjut.
Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Tulang Bawang berada diposisi kedua sebagai daerah dengan jumlah perokok terbanyak di Lampung.
5. Kabupaten Pesisir Barat

Kabupaten Pesisir Barat menempati posisi pertama sebagai daerah dengan tingkat perokok tertinggi di Lampung. Wilayah seluas sekitar 2.907 kilometer persegi ini memiliki wilayah pesisir pantai yang indah, dengan mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan dan petani.
Dalam kehidupan sehari-hari, rokok tampaknya sudah menjadi bagian sulit dipisahkan. Hal ini terlihat dari 29,92 persen perokok di usia 15 - 24 tahun, kemudian meningkat menjadi 44,42 persen pada usia 25 - 34 tahun dan 46,58 persen pada usia 35 - 44 tahun.
Puncaknya terjadi pada usia 45 - 54 tahun dengan 46,71 persen, sebelum perlahan menurun menjadi 36,39 persen pada usia 55 - 64 tahun dan 31,80 persen pada usia lanjut.
Dengan data tersebut, maka Kabupaten Pesisir Barat menjadi daerah dengan jumlah perokok terbanyak di Lampung. Jika dilihat secara keseluruhan, tingginya angka di semua kelompok umur ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok di Pesisir Barat sudah sangat merata lintas generasi.


















