Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Imbas Isu Harga BBM Naik, SPBU di Balam Ramai Antrean Kendaraan
Antrean di SPBU Sukabumi, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
  • Isu kenaikan harga dan pembatasan BBM bersubsidi membuat sejumlah SPBU di Bandar Lampung dipadati warga yang mengantre untuk mengisi bahan bakar sejak Selasa sore.
  • Warga dan pengemudi ojek online khawatir kenaikan harga Pertalite dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 akan menambah beban biaya operasional harian mereka.
  • Banyak warga berharap pemerintah meninjau ulang rencana kenaikan harga BBM karena dinilai dapat berdampak luas terhadap biaya hidup dan sektor ekonomi lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang di Bandar Lampung antre di tempat isi bensin karena takut besok harga naik. Mereka mau isi bensin sekarang biar lebih murah. Ada bapak namanya Ariyanto dan Yusuf yang ikut antre. Tukang ojek online juga takut kalau bensin naik, nanti uang kerja mereka kurang. Semua orang berharap harga bensin jangan naik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Isu pembatasan BBM bersubsidi Pertalite dan Solar, serta naiknya esok hari, berimbas sejumlah SPBU di Bandar Lampung terpantau mulai padat, Selasa (31/3/2026).

Pantauan IDN Times di SPBU Rajabasa, Sukarame, dan Sukabumi, warga terlihat mulai mengantre mengisi BBM kendaraan.

1. Antisipasi harga naik

Ilustrasi Harga Naik (IDN Times/Arief Rahmat)

Salah satu warga yang ikut mengantre Ariyanto mengatakan, takut jika besok bensin akan naik seperti yang ramai dibicarakan.

"Saya liat di Sosmed kan besok katanya harga naik, Pertalite dari 10.000 jadi 14.000 jadi ini kita beli sekarang," katanya.

Yusuf wargayang mengantre di SPBU Rajabasa mengatakan, sengaja rela mengantre di SPBU untuk mengisi penuh bahan bakar motor miliknya.

"Lumayan kalau jadi naik, dari 10.000 jadi 14.000. Motor saya sekitar 35.000 untuk fullnya, kalo naik lumayan," jelasnya.

2. Ojol keluhkan biaya operasional

Antrean di SPBU Rajabasa, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Prediksi kenaikan harga BBM berdampak juga untuk pekerja seperti pengemudi ojek online (Ojol).

Aris, pengemudi Ojol di Bandar Lampung juga mengeluhkan jika rencana kenaikan BBM diterapkan. Ia berharap, tersebut tidak terjadi karena mempengaruhi biaya operasionalnya.

"Semoga gak jadi, karena itu prediksi ya. Ngaruh banget jadinya, biasa 50 ribu itu bisa untuk seharian full narik, ini harus lebih lagi. Jadi, nambah lagi dong biaya kita," katanya.

3. Harapan warga

Kendaraan mengantre mengisi BBM di SPBU Jalan Soekarno Hatta (bypass) Bandar Lampung, Selasa (31/3/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Aris berharap, pemerintah dapat memikirkan kembali rencana menaikkan harga BBM. Menurutnya, hal itu akan berdampak kesegala sektor nantinya.

"Kita jadi ojol ini pasti ongkos naik kalau BBM naik. Belum kebutuhan juga naik berdampaknya kemana-mana jadinya ini," ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Yusuf. Ia berharap pemerintah dapat berpikir ulang jika ingin menaikan BBM.

"Dipikir lagi lah ya, soalnya kita ini rakyat aja udah dibuat susah, apa-apa mahal terus kalau ini naik lagi ya nambah mahal," ucapnya.

Editorial Team