EIBOS Resmi Dibuka, Targetkan Cetak SDM Unggul dan Terjangkau

- Provinsi Lampung memiliki pusat pendidikan baru, Emer Islamic Boarding School (EIBOS), yang menggabungkan kurikulum nasional dan internasional dengan konsep berbasis Islam.
- EIBOS berkomitmen menjadi sekolah bertaraf global yang tetap terjangkau untuk masyarakat daerah, dengan fasilitas modern dan standar internasional.
- Gubernur Lampung menyoroti rendahnya kelangsungan pendidikan di daerah dan berharap EIBOS bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menyelamatkan masa depan Lampung.
Lampung Selatan, IDN Times – Provinsi Lampung kini memiliki pusat pendidikan baru yakni, Emer Islamic Boarding School (EIBOS). Sekolah itu resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu'ti, Sabtu (26/4/2025).
Sekolah ini menggabungkan kurikulum nasional dan internasional dengan konsep pendidikan berbasis Islam. Menariknya, EIBOS berkomitmen menjadi sekolah bertaraf global yang tetap terjangkau untuk masyarakat daerah.
1. Pendidikan berstandar internasional, tapi tetap ramah kantong

Dalam berbagai hal, Abdul Mu'ti menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kualitas pendidikan dan keterjangkauan biaya.
“Sekolah ini kita harapkan berstandar internasional, tapi jangan sampai SPP-nya juga internasional. Harus disesuaikan dengan kondisi daerah,” katanya.
Pesan ini sejalan dengan visi EIBOS untuk menjadi sekolah berstandar global tanpa mengesampingkan aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat lokal.
2. Fasilitas modern

Tak hanya mengandalkan konsep pendidikan berbasis karakter, EIBOS juga menghadirkan fasilitas belajar mengajar yang lengkap.
Saat tur sekolah dibuka, para tamu dapat melihat langsung ruang kelas modern, serta laboratorium kimia, fisika, biologi, hingga STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Math).
Selain itu, Masjid UMMI yang berdiri megah di dalam kompleks sekolah juga diresmikan oleh Pendiri EIBOS, Merry Warti, bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
3. Tantangan

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyoroti tantangan besar yang dihadapi daerah, yaitu angka rendahnya kelangsungan pendidikan.
“Lampung saat ini menduduki peringkat 20 terendah pembangunan manusia. Hanya 62 persen lulusan SMP melanjut ke SMA, dan dari yang lulus SMA, hanya 22 persen yang melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia berharap, hadirnya EIBOS bisa menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung, apalagi di tengah ancaman bonus demografi yang semakin dekat.
“Kalau SDM kita bagus, maka Lampung akan cepat maju. Tapi kalau tidak, pembangunan kita akan terhambat,” tegasnya.
4. Harapan besar untuk masa depan Lampung

Hadirnya EIBOS, diharapkan generasi muda Lampung bisa mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa harus pergi ke luar daerah. Dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah, pendidik, hingga masyarakat, menjadi kunci untuk menyelamatkan masa depan Lampung.
“Kita punya sumber daya alam luar biasa, mulai dari jagung sampai kopi. Tapi kalau generasi mudanya tidak diselamatkan, saya tidak tahu lima sampai sepuluh tahun lagi seperti apa nasib kita,” ucap Mirza.



















