Atlet Tinju PON Dibacok Cangkul, KONI Lampung Soroti Keamanan PKOR

- KONI Lampung mengecam keras penganiayaan terhadap atlet tinju Ikhwan Azzahro di kawasan PKOR Way Halim dan menilai lemahnya sistem keamanan sebagai penyebab utama insiden tersebut.
- Sejumlah atlet mengeluhkan kondisi lingkungan PKOR yang kurang nyaman, terutama karena aktivitas warung hingga larut malam yang menimbulkan kebisingan dan mengganggu waktu istirahat mereka.
- KONI Lampung mendesak aparat menindak tegas pelaku penganiayaan serta menjadikan kasus ini momentum untuk memperbaiki tata kelola dan keamanan kawasan PKOR agar lebih aman bagi para atlet.
Bandar Lampung, IDN Times - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung angkat bicara ihwal dugaan penganiayaan dialami atlet tinju Ikhwan Azzahro di kawasan Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Hali, Kota Bandar Lampung. Ikhwan merupakan atlet dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026 di Manado.
Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria mengatakan, mengecam keras dugaan kasus penganiayaan tersebut. Ia menilai, insiden semacam itu sejatinya tidak terjadi bila sistem keamanan di kawasan olahraga tersebut berjalan optimal.
"Ini peristiwa sangat memprihatinkan. Atlet yang sedang dipersiapkan untuk meraih prestasi, justru menjadi korban kekerasan di lingkungan yang seharusnya aman untuk berlatih dan beraktivitas," ujarnya, Rabu (24/6/2026).
1. Minta evaluasi menyeluruh keamanan PKOR

Berkaca dari kasus tersebut, Riagus mengatakan, peristiwa dialami Ikhwan harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait, untuk mengevaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di kawasan PKOR Way Halim.
Menurutnya, kawasan olahraga tersebut harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi atlet yang menjalani pemusatan latihan maupun tinggal di sekitar area PKOR.
"Kejadian ini harus membuka mata semua pihak. PKOR semestinya menjadi kawasan yang aman dan nyaman bagi atlet untuk berlatih, bukan malah menjadi tempat yang menimbulkan rasa khawatir," katanya.
2. Atlet disebut kerap mengeluhkan kondisi lingkungan

Selain persoalan keamanan, KONI Lampung mengaku turut menerima berbagai keluhan dari atlet tinggal dan berlatih di kawasan PKOR. Salah satunya ialah terkait keberadaan sejumlah warung beroperasi hingga larut malam dan menimbulkan keramaian.
Alhasil, kondisi tersebut membuat sebagian atlet merasa kurang nyaman. Bahkan, atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dikabarkan kerap mengeluhkan suasana sekitar PKOR masih ramai pada malam hari.
"Banyak atlet yang mengaku tidak nyaman tinggal di sana. Kami juga mendapat informasi atlet PPLP merasa resah, karena pada malam hari kawasan sekitar PKOR cukup bising akibat aktivitas di sejumlah warung yang masih beroperasi," ucap Riagus.
3. Berharap pelaku diproses hukum dan PKOR ditata ulang

KONI Lampung berharap kasus dugaan penganiayaan terhadap Ikhwan dapat menjadi momentum untuk menetapkan kawasan PKOR Way Halim secara lebih baik. Pasalnya, peningkatan pengawasan dan keamanan dinilai penting agar fungsi kawasan tersebut sebagai pusat pembinaan olahraga dapat berjalan maksimal.
Selain itu, KONI juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut dan menindak tegas para pelaku sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Semoga peristiwa ini menjadi momentum untuk melakukan penataan yang lebih baik. PKOR harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi atlet sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," Imbuhnya.
Dalam kasus ini, Ikhwan Azzahro merupakan atlet tinju Lampung sedang dipersiapkan menghadapi PON Bela Diri 2026 di Manado diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di kawasan PKOR Way Halim, Selasa (23/6/2026) pagi. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sejumlah luka akibat bacokan cangkul.



















