Dukung Ketahanan Pangan, Pemprov Lampung Bagikan 24 Alat Pengering

- Pemerintah Provinsi Lampung membagikan 24 alat pengering gabah kepada petani untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan distribusi alat pengering ini sebagai respons atas kebutuhan mendesak saat panen raya berlangsung serentak di banyak daerah.
- Provinsi Lampung optimistis produksi padi tahun ini bisa mencapai 3,5 juta ton dengan luas panen diperkirakan mencapai 12 ribu hektare.
Bandar Lampung, IDN Times – Pemprov Lampung membagikan 24 unit alat pengering gabah kepada petani guna terus berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut distribusi alat pengering ini merupakan respons atas kebutuhan di lapangan yang cukup mendesak, terutama saat panen raya berlangsung serentak di banyak daerah. Tujuan lainnya, guna mempercepat proses pascapanen dan menjaga kualitas hasil panen raya padi di provinsi tersebut.
"Bulan depan kami distribusikan 24 unit drayer. Saat turun ke lapangan, kami lihat alat ini masih kurang dan sangat dibutuhkan petani," kata Mirza sapaan akrabnya, Kamis (10/4/2025).
1. Kolaborasi dengan mitra

Mirza menyampaikan, selain memberikan bantuan langsung, Pemprov Lampung juga menggandeng mitra penggilingan padi agar bersedia meminjamkan alat pengering mereka kepada Bulog.
Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses pengeringan gabah sekaligus mempermudah Bulog dalam menyerap hasil panen petani. "Kami sudah minta penggilingan di Lampung bantu pinjamkan drayer mereka ke Bulog agar penyerapan gabah bisa maksimal," ujarnya
2. Produksi padi Lampung diproyeksi meningkat

Provinsi Lampung menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan potensi panen yang terus meningkat. Tahun ini, luas panen diperkirakan mencapai 12 ribu hektare, dan panen serentak yang telah dilakukan telah menyentuh angka 2.300 hektare.
"Dari total panen tersebut, sekitar 3.000 ton gabah telah berhasil diserap oleh Bulog. Pemprov optimistis produksi padi tahun ini bisa menembus angka 3,5 juta ton, naik signifikan dari capaian tahun lalu sebesar 2,7 juta ton," jelasnya.
3. Antisipasi krisis pangan nasional

Langkah-langkah yang diambil Pemprov Lampung menjadi bagian dari strategi nasional mengamankan pasokan beras dan mengantisipasi potensi krisis pangan.
"Dengan distribusi alat pengering dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan proses distribusi beras ke pasar bisa berlangsung lebih cepat dan efisien," tutur Mirza.



















