Berburu Burung, Pemuda Lampung Tengah Jatuh ke Rawa Sawah Meninggal

- Seorang pemuda bernama Bily Saputra meninggal dunia setelah terjatuh ke rawa saat berburu burung di Desa Bumi Nabung Hilir, Lampung Tengah.
- Tim SAR gabungan menghadapi akses sulit menuju lokasi karena jalan licin dan sempit, sehingga peralatan harus dibawa secara manual.
- Pencarian sempat dihentikan karena gelap, namun korban akhirnya ditemukan malam hari dalam kondisi meninggal dan langsung diserahkan kepada keluarga.
Lampung Tengah, IDN Times - Seorang pemuda ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke rawa atau lebung sawah di Desa Bumi Nabung Hilir, Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah.
Korban bernama Bily Saputra (27), warga Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Ia sebelumnya dilaporkan hilang saat berburu burung bersama rekan-rekannya di lokasi kejadian.
"Benar, korban Bily ditemukan kemarin malam dan telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Komandan Tim Rescue, Dharma Saputra dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).
1. Terjatuh saat kejar buruan

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, Dharma mengungkapkan, peristiwa nahas ini bermula saat korban bersama tiga rekannya berburu burung di area rawa, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Setelah berhasil menembak seekor burung, korban disebut berusaha mengejar hasil buruannya. Namun nahas, korban diduga kehilangan pijakan hingga terperosok ke dalam rawa dan tidak dapat menyelamatkan diri.
"Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung sekitar pukul 11.40 WIB dari aparat desa setempat," ungkapnya.
2. Akses menuju lokasi kejadian cukup sulit

Menindaklanjuti laporan kejadian, Dharma melanjutkan, tim rescue langsung diberangkatkan bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan pertolongan untuk wilayah perairan.
Kemudian tim SAR gabungan terdiri dari Kantor SAR Lampung, BPBD Lampung Tengah, Polsek Rumbia, dan warga tiba di lokasi sekitar pukul 15.20 WIB langsung melakukan pencarian melalui penyisiran dan penyelaman.
"Akses menuju lokasi cukup sulit, jalan setapak licin dan tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga distribusi peralatan harus dilakukan secara manual,” katanya.
3. Sempat dihentikan, korban ditemukan malam hari

Kegiatan pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB karena kondisi mulai gelap. Meski begitu, tim tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi.
Alhasil sekitar pukul 21.10 WIB, tim menerima informasi dari warga yang melihat keberadaan korban tidak jauh dari titik awal kejadian. Personel SAR gabungan segara bergerak cepat menuju lokasi dimaksud dan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 21.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
“Setelah dilakukan proses evakuasi, korban diserahkan kepada pihak keluarga, Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing," imbuhnya.



















