Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Atlet Cilik Asal Lampung Sabet Perak di Kejuaraan Dunia Wushu 2026
Terfi Meisya, atlet Wushu Lampung yang meraih perak di Cina. (Istimewa)
  • Terfi Meisya, siswi SD asal Bandar Lampung, meraih medali perak di World Junior Wushu Championships 2026 di Tiongkok dengan skor 8.480, hanya terpaut 0.016 poin dari juara asal Macau.
  • Keberhasilan Terfi dianggap bukti pembinaan atlet muda di Lampung berjalan baik, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berlatih dan berprestasi di ajang nasional maupun internasional.
  • KONI Lampung menilai prestasi ini sebagai sinyal positif menuju PON 2032, memperkuat keyakinan bahwa cabang wushu memiliki potensi besar lewat munculnya banyak atlet berbakat dari daerah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times  – Terfi Meisya, siswi SD Negeri 2 Sawah Brebes, Bandar Lampung, berhasil meraih medali perak dalam ajang 10th World Junior Wushu Championships 2026 yang digelar di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Tiongkok.

Turun di nomor Girls Children Jianshu (taolu pedang), Terfi mencatatkan nilai 8.480. Ia hanya terpaut tipis 0,016 poin dari atlet asal Macau, Wong Weng Ian, yang meraih medali emas dengan skor 8.496.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati atlet Jepang Hoshino Yuna dengan nilai 8.466, disusul atlet Vietnam Minh Phuong Nguyen di posisi keempat dengan nilai 8.463.

1. Selisih tipis dari emas

Terfi Meisya, atlet Wushu Lampung yang meraih perak di Cina. (Istimewa)

Penampilan Terfi terbilang impresif mengingat ia masih berada di level usia dini. Atlet binaan Sasana Xiao Yao Lampung yang dilatih Ardyan Mahaddi ini mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara.

Kejuaraan ini sendiri diikuti oleh lebih dari 1.100 atlet dari 78 negara dan wilayah. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi bagian dari seleksi menuju Youth Olympic Games Dakar 2026, berdasarkan informasi dari International Wushu Federation.

2. Pembinaan atlet berjalan

Terfi Meisya, atlet Wushu Lampung yang meraih perak di Cina. (Istimewa)

Ketua Umum Pengprov Wushu Lampung, Indra Halim, mengaku bersyukur atas capaian atlet muda tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti pembinaan atlet usia dini di Lampung berjalan dengan baik.

“Terima kasih, pencapaian Terfi memberikan semangat bagi kita semua untuk terus berlatih dan mengejar prestasi,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia juga menambahkan, capaian ini diharapkan bisa terus terjaga hingga Lampung menjadi tuan rumah PON XXIII 2032.

3. Jadi sinyal positif menuju PON 2032

Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat saat diwawancarai. (IDN Times/Muhaimin)

Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, turut mengapresiasi prestasi tersebut. Ia menyebut Terfi sebagai salah satu bibit unggul yang harus terus dikembangkan.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar di cabang wushu. Hal itu terbukti dari munculnya atlet-atlet berprestasi seperti Gavriel Bryan Wijaya dan Kiara Citra Kalista yang juga sukses di berbagai ajang nasional hingga internasional.

“Ke depan, atlet-atlet ini diharapkan bisa menjadi tulang punggung Lampung dalam mendulang medali,” katanya.

Dengan banyaknya nomor yang dipertandingkan di cabang wushu, peluang Lampung untuk bersinar di ajang PON terbuka lebar. Prestasi Terfi pun diharapkan menjadi pemicu lahirnya atlet-atlet muda berbakat lainnya.

Editorial Team