Alur Antrean Kapal Tak Jelas, Sopir di Pelabuhan PT SMA Marah

- Ketegangan terjadi di pelabuhan PT SMA Lampung Selatan akibat perebutan antrean antar sopir truk, terutama antara pengangkut hewan ternak dan pembawa bahan pokok.
- Aparat kepolisian bersama pengelola pelabuhan menengahi konflik dengan mengumpulkan perwakilan sopir untuk menyepakati skema antrean baru yang lebih adil.
- Setelah kesepakatan tercapai, situasi di pelabuhan kembali kondusif dan aktivitas penyeberangan berjalan normal di bawah pengawasan petugas.
Lampung Selatan, IDN Times – Ketegangan sempat terjadi di area parkir pelabuhan PT Sumur Makmur Abadi (SMA), Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (25/3/2026) malam.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan perselisihan dipicu perebutan antrean kendaraan yang hendak menyeberang.
Perdebatan muncul sekitar pukul 19.00 WIB, ketika sejumlah sopir truk pengangkut hewan ternak, seperti ayam dan sapi, meminta prioritas untuk lebih dulu masuk ke dermaga.
"Permintaan itu memicu protes dari sopir lain yang telah lebih lama mengantre, bahkan hingga dua hari," katanya, Kamis (26/3/2026).
1. Sopir tak terima

Yuni menjelaskan, situasi semakin memanas saat jumlah kendaraan pengangkut hewan bertambah dan langsung diarahkan ke bagian depan antrean.
Kondisi tersebut memicu ketidakpuasan sopir yang membawa bahan pokok seperti sembako, buah, dan sayur.
“Para sopir yang sudah lebih dulu antre merasa dirugikan karena ada kendaraan lain yang tiba-tiba didahulukan,” jelasnya.
2. Jalin kesepakatan

Yuni menyampaikan, keributan nyaris pecah di lokasi. Namun, aparat pengamanan dari Polres Lampung Selatan bersama pihak pengelola pelabuhan, termasuk manajer PT SMA, berhasil meredam situasi.
Yuni mengatakan sebagai solusi, perwakilan sopir dikumpulkan untuk mencari jalan tengah.
"Hasilnya, disepakati pengaturan ulang antrean dengan skema kendaraan buah dan sayur sebanyak 15 unit, sementara truk pengangkut ayam diberikan jatah lima unit untuk diberangkatkan lebih dulu," ujarnya.
3. Keadaan kembali normal

Setelah kesepakatan dicapai, Yuni mengungkapkan kondisi di lokasi berangsur kondusif.
"Setelah semua sepakat aktivitas di pelabuhan kembali berjalan normal dengan pengawasan petugas," ungkapnya.

















