Akses Kredit UMKM di Balam Melambat, Disorot Bendahara DPD PSI

- Penyaluran kredit bagi UMKM di Bandar Lampung melambat, memicu kekhawatiran akan terhambatnya pertumbuhan usaha kecil jika akses pembiayaan tidak segera diperluas.
- William Luhendo menyoroti kendala administrasi dan rendahnya literasi keuangan sebagai hambatan utama UMKM dalam mengakses kredit dari lembaga keuangan.
- Ia mendorong pendampingan, pelatihan, serta kolaborasi antara pemerintah dan perbankan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku UMKM di daerah.
Bandar Lampung, IDN Times – Penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bandar Lampung diduga melambat menjadi sorotan.
Kondisi ini dinilai bisa berdampak pada pertumbuhan usaha kecil jika akses pembiayaan tidak segera diperluas.
Bendahara DPD Partai Solidaritas Indonesia Bandar Lampung, William Luhendo, menilai UMKM masih menghadapi sejumlah kendala mengakses permodalan, mulai dari persoalan administrasi hingga rendahnya pemahaman pengelolaan keuangan.
Menurutnya, banyak pelaku usaha kecil sebenarnya memiliki usaha yang berjalan baik, namun belum mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan lembaga keuangan.
“UMKM adalah penggerak ekonomi rakyat. Ketika akses kredit melambat, maka ruang berkembang bagi pelaku usaha kecil juga ikut terhambat,” katanya, Kamis (5/3/2026).
1. Banyak UMKM terkendala administrasi

William menyebut, persoalan administrasi usaha masih menjadi hambatan utama bagi pelaku UMKM untuk mengakses kredit perbankan. Mulai dari pembukuan yang belum tertata hingga kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan arus kas usaha.
Padahal menurutnya, pencatatan keuangan sederhana bisa menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan.
“Banyak pelaku UMKM sebenarnya layak mendapatkan kredit, tetapi mereka terkendala dalam hal administrasi dan literasi keuangan,” ujarnya.
2. Dorong pendampingan dan kolaborasi

Selain akses permodalan, William juga menilai pelaku UMKM membutuhkan pendampingan agar mampu mengelola usaha secara lebih profesional.
Salah satunya melalui pelatihan pembukuan sederhana hingga pemahaman prosedur pengajuan kredit.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga keuangan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.
“Jika UMKM memiliki manajemen keuangan yang baik, maka kepercayaan lembaga keuangan juga akan meningkat. Ini akan membuka peluang permodalan yang lebih luas bagi mereka,” jelasnya.
3. Peningkatan kapasitas pelaku usaha

William berhara, penguatan sektor UMKM di Lampung tidak hanya berfokus pada bantuan modal, tetapi juga peningkatan kapasitas pelaku usaha.
"Peningkatan tersebut agar lebih mandiri dan berdaya saing di tengah persaingan usaha yang semakin ketat," harapnya


















