Mahasiswa Darmajaya Raup Cuan Bisnis 3D Printing, Apa Rahasianya?

- Muhammad Nabil Syaifullah, mahasiswa Desain Interior IIB Darmajaya, sukses membangun bisnis 3D Print Lampung yang mengubah ide desain menjadi produk nyata berbasis teknologi 3D printing.
- Bisnis ini melayani berbagai kebutuhan, mulai dari maket arsitektur, prototype UMKM, hingga desain custom seperti gantungan kunci yang pernah dipamerkan di ajang Youth Business Camp Season 3.
- Nabil memanfaatkan teknologi 3D printing untuk membantu orang mewujudkan konsep mereka secara nyata sekaligus membuka peluang usaha kreatif bagi generasi muda.
Bandar Lampung, IDN Times - Banyak mahasiswa mencari tambahan uang saku dengan bekerja paruh waktu. Namun, Muhammad Nabil Syaifullah memilih jalan berbeda.
Mahasiswa semester 6 Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya ini justru menghasilkan pendapatan dari bisnis berbasis teknologi 3D printing dirintisnya sejak awal kuliah.
Berbekal kemampuan desain yang dipelajari di kampus, Nabil mengembangkan usaha bernama 3D Print Lampung. Lewat bisnis tersebut, berbagai ide dan konsep desain diubah menjadi produk nyata, mulai dari maket, miniatur, prototype hingga desain custom sesuai kebutuhan pelanggan.
1. Berawal dari ketertarikan pada desain dan teknologi kreatif

Usaha 3D Print Lampung dengan slogan From Idea To Reality lahir dari ketertarikan Nabil pada dunia desain dan perkembangan teknologi kreatif. Kemampuan desain interior yang dipelajarinya di bangku kuliah kemudian menjadi modal untuk mengembangkan berbagai karya berbasis 3D printing.
Usaha yang aktif melalui akun Instagram dan TikTok @3dprintlampung1 itu menghadirkan layanan pembuatan maket arsitektur, interior, miniatur, prototype produk, hingga custom design dengan tampilan detail dan modern.
2. Layani mahasiswa hingga pelaku UMKM

Nabil mengatakan, produk dan layanan yang ditawarkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan tugas maupun proyek mahasiswa. Hasil cetak 3D yang dibuat juga digunakan untuk kebutuhan presentasi desain, prototype produk UMKM, hingga miniatur custom sesuai permintaan pelanggan.
Salah satu produk cukup diminati menurutnya, gantungan kunci berbahan 3D printing dengan desain custom. Produk tersebut pernah dipamerkan dalam ajang Youth Business Camp (YBC) Season 3 sebagai bentuk kreativitas sekaligus kemampuan personalisasi produk sesuai kebutuhan konsumen.
3. Ingin membantu mewujudkan ide menjadi bentuk nyata

Menurut Nabil, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berkarya sekaligus menghasilkan pendapatan secara mandiri. Melalui teknologi 3D printing, sebuah konsep atau desain dapat diwujudkan menjadi bentuk yang lebih nyata dan mudah dipahami.
"Melalui 3D printing, sebuah ide atau desain bisa diwujudkan menjadi bentuk nyata. Saya ingin membantu orang melihat konsep mereka secara lebih nyata sekaligus membuka peluang usaha kreatif," ujarnya.


















