Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mahasiswi Perikanan Unila Raih Emas Olimpiade Matematika Nasional

Mahasiswi Perikanan Unila Raih Emas Olimpiade Matematika Nasional
Aretha Badriyah Putri Abni, mahasiswi Program Studi Sumberdaya Akuatik Universitas Lampung (Unila), sukses meraih medali emas Olimpiade Matematika dan medali perak Olimpiade Sejarah dalam Pekan Sains Pelajar Indonesia (PSPI) 2026 (dok.humas/unila)
Intinya Sih
  • Aretha Badriyah Putri Abni, mahasiswi Sumberdaya Akuatik Unila, meraih emas Olimpiade Matematika dan perak Olimpiade Sejarah pada PSPI 2026 yang digelar daring oleh Gemanesia.
  • Meski sempat kurang percaya diri, Aretha berhasil mengatur waktu belajar dua bidang berbeda dengan disiplin dan fokus pada pemahaman konsep untuk menghadapi tantangan kompetisi.
  • Aretha berharap prestasinya dapat memotivasi mahasiswa lain agar berani mencoba, keluar dari zona nyaman, serta aktif mengeksplorasi potensi diri melalui berbagai ajang kompetisi akademik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Prestasi tak selalu lahir dari bidang yang ditekuni di bangku kuliah. Hal itu dibuktikan Aretha Badriyah Putri Abni, mahasiswi Program Studi Sumberdaya Akuatik Universitas Lampung (Unila).

Ia sukses meraih medali emas Olimpiade Matematika dan medali perak Olimpiade Sejarah dalam Pekan Sains Pelajar Indonesia (PSPI) 2026.
Kompetisi tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform yang disediakan panitia, memungkinkan peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi secara fleksibel tanpa mengurangi semangat kompetisi.

1. Bukan mahasiswa matematika, tapi sukses raih medali emas

Ilustrasi Pekerja Freelance (Pexel/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi Pekerja Freelance (Pexel/Andrea Piacquadio)

Aretha merupakan mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Sumberdaya Akuatik, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian Unila. Meski bidang studinya tidak berkaitan langsung dengan matematika maupun sejarah, ia berhasil menunjukkan kemampuan akademiknya dengan meraih Gold Medal Olimpiade Matematika dan Silver Medal Olimpiade Sejarah pada PSPI 2026 digelar secara daring oleh Gemanesia.

Aretha menceritakan, mulai mempersiapkan diri sekitar satu bulan sebelum kompetisi. Ia menyusun jadwal belajar yang teratur untuk membagi waktu antara dua bidang.

Untuk Matematika, ia memperbanyak latihan soal dan mempelajari berbagai tipe penyelesaian masalah. Sementara untuk sejarah ia membaca berbagai referensi dan membuat rangkuman materi agar lebih mudah diingat.

"Tantangan terbesar yang saya dihadapi adalah membagi fokus antara dua bidang ilmu yang berbeda sekaligus menyeimbangkannya dengan kewajiban perkuliahan. Sebenernya awalnya kurang kurang percaya diri juga," kata Aretha.

2. Sempat kurang percaya diri, tapi berhasil buktikan kemampuan

Ilustrasi Pekerja Freelance (Pexel/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi Pekerja Freelance (Pexel/Andrea Piacquadio)

Menurut Aretha, untuk mengatasi rasa tidak percaya diri itu, ia menetapkan target belajar harian, mengelola waktu secara disiplin, dan mempertahankan pola pikir positif hingga berhasil melewati seluruh tantangan tersebut. Menurutnya, kunci utama keberhasilan dalam kompetisi akademik bukan sekadar menghafal rumus atau fakta, melainkan pemahaman konsep yang mendalam dan konsistensi dalam belajar.

Ia juga meyakini, Matematika dan Sejarah memberikan manfaat yang saling melengkapi. Menurutnya, Matematika melatih kemampuan berpikir logis dan sistematis.

Sedangkan Sejarah memperluas wawasan mengenai berbagai peristiwa yang membentuk perkembangan masyarakat.

3. Dorong mahasiswa lain untuk berani berkompetisi

Ilustrasi Pekerja Freelance (Pexel/Resume Genius)
Ilustrasi Pekerja Freelance (Pexel/Resume Genius)

Berkat pencapaian yang diraih, Aretha menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan agar pengalamannya dapat mendorong mahasiswa lain untuk lebih berani berkompetisi. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan keberanian untuk mencoba merupakan langkah awal menuju prestasi serta diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa Unila untuk keluar dari zona nyaman, mengeksplorasi potensi, dan terus berkarya.

“Saya sangat bersyukur dapat meraih Medali Emas Olimpiade Matematika dan Medali Perak Olimpiade Sejarah di PSPI 2026. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa keberanian mencoba, disiplin belajar, dan kemauan berkembang adalah kunci prestasi, dan saya berharap hal ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri melalui kompetisi,” ujarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More