Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Daerah di Lampung dengan Jumlah Tenaga Kesehatan Paling Sedikit

5 Daerah di Lampung dengan Jumlah Tenaga Kesehatan Paling Sedikit
Ilustrasi perawat (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Data BPS Lampung 2025 menunjukkan ketimpangan jumlah tenaga kesehatan di berbagai daerah, menandakan layanan kesehatan belum merata di seluruh wilayah provinsi.
  • Lima daerah dengan tenaga kesehatan paling sedikit adalah Pesisir Barat, Mesuji, Tulang Bawang Barat, Lampung Barat, dan Pesawaran dengan total tenaga bervariasi antara 806 hingga 1.493 orang.
  • Kondisi geografis seperti pegunungan dan pesisir menjadi tantangan utama pemerataan layanan kesehatan, sehingga diperlukan upaya serius untuk distribusi tenaga medis yang lebih seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Pelayanan kesehatan yang optimal selama 24 jam menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di setiap daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan jumlah tenaga kesehatan memadai dan merata.

Namun, realitanya akses layanan kesehatan di Provinsi Lampung masih belum sepenuhnya merata, sehingga berdampak pada ketimpangan jumlah tenaga kesehatan di tiap wilayah. Berdasarkan data terbaru BPS Lampung sepanjang 2025, berikut ini IDN Times merangkum lima daerah di Provinsi Lampung dengan jumlah tenaga kesehatan paling sedikit.

Table of Content

1. Kabupaten Pesawaran

1. Kabupaten Pesawaran

Ilustrasi perawat
Ilustrasi perawat (freepik.com/freepik)

Kabupaten Pesawaran memiliki luas wilayah sekitar 1.279,60 km² dan letaknya cukup strategis karena berada dekat dengan ibu kota provinsi. Meski demikian, tidak semua wilayahnya memiliki akses layanan kesehatan merata.

Total tenaga kesehatan di Pesawaran tercatat sekitar 1.493 orang. Jumlah ini terdiri dari tenaga medis 137 orang, psikologi klinis 5 orang, tenaga keperawatan 462 orang, tenaga kebidanan 550 orang. Selain itu, tenaga kefarmasian 76 orang, tenaga kesehatan masyarakat 81 orang, tenaga kesehatan lingkungan 36 orang, tenaga gizi 31 orang, tenaga keterapian 12 orang, tenaga keteknisan medis 35 orang, serta tenaga teknik biomedika 68 orang.

Dari total tersebut, Pesawaran berada di posisi kelima sebagai daerah dengan jumlah tenaga kesehatan paling sedikit di Provinsi Lampung.

2. Kabupaten Lampung Barat

ilustrasi perawat IGD
ilustrasi perawat IGD (freepik.com/freepik)

Kabupaten Lampung Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.116,01 km² dan didominasi daerah pegunungan. Kondisi geografis ini menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah sulit dijangkau.

Mendukung pelayanan kesehatan, total tenaga kesehatan di Lampung Barat tercatat sekitar 1.295 orang. Rinciannya meliputi tenaga medis 121 orang, psikologi klinis 1 orang, tenaga keperawatan 383 orang, tenaga kebidanan 540 orang, tenaga kefarmasian 75 orang, tenaga kesehatan masyarakat 38 orang, tenaga kesehatan lingkungan 27 orang, tenaga gizi 21 orang.

Ada juga tenaga keterapian 3 orang, tenaga keteknisan medis 43 orang, serta tenaga teknik biomedika 43 orang. Dari jumlah tersebut, Lampung Barat berada di posisi keempat sebagai daerah dengan jumlah tenaga kesehatan paling sedikit di Provinsi Lampung.

3. Kabupaten Tulang Bawang Barat

Ilustrasi perawat
Ilustrasi perawat (freepik.com/freepik)

Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki luas wilayah sekitar 1.257,09 km² dengan karakter wilayah yang terus berkembang sebagai daerah otonom baru. Pertumbuhan wilayah ini membutuhkan dukungan layanan kesehatan seimbang.

Total tenaga kesehatan di Tulang Bawang Barat tercatat sekitar 1.096 orang. Jumlah tersebut terdiri dari tenaga medis 92 orang, psikologi klinis 1 orang, tenaga keperawatan 277 orang, tenaga kebidanan 481 orang, tenaga kefarmasian 54 orang. Selain itu, tenaga kesehatan masyarakat 49 orang, tenaga kesehatan lingkungan 32 orang, tenaga gizi 33 orang, tenaga keterapian 3 orang, tenaga keteknisan medis 27 orang, tenaga teknik biomedika 46 orang, serta tenaga kesehatan tradisional 1 orang.

Dari total tersebut, Tulang Bawang Barat menempati posisi ketiga sebagai daerah dengan jumlah tenaga kesehatan paling sedikit di Provinsi Lampung.

4. Kabupaten Mesuji

Ilustrasi perawat
Ilustrasi perawat (freepik.com/freepik)

Kabupaten Mesuji memiliki luas wilayah sekitar 2.200,51 km² dan dikenal sebagai daerah hasil pemekaran dengan perkembangan infrastruktur yang masih terus berjalan. Hal ini turut berpengaruh terhadap pemerataan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Seiring dengan kondisi itu, total tenaga kesehatan di Mesuji tercatat hanya sekitar 857 orang. Rinciannya meliputi tenaga medis 87 orang, tenaga keperawatan 212 orang, tenaga kebidanan 363 orang, tenaga kefarmasian 43 orang, tenaga kesehatan masyarakat 36 orang. Ada juga tenaga kesehatan lingkungan 19 orang, tenaga gizi 20 orang, tenaga keterapian 2 orang, tenaga keteknisan medis 24 orang, serta tenaga teknik biomedika 51 orang.

Dari jumlah tersebut, Mesuji berada di posisi kedua sebagai daerah dengan jumlah tenaga kesehatan paling sedikit di Provinsi Lampung, menunjukkan masih adanya keterbatasan tenaga kesehatan di wilayah ini.

5. Kabupaten Pesisir Barat

Ilustrasi perawat
Ilustrasi perawat (freepik.com/freepik)

Kabupaten Pesisir Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.889,88 km² dan didominasi kawasan pesisir dan perbukitan. Kondisi geografis ini membuat akses layanan kesehatan di beberapa wilayah menjadi cukup menantang, terutama bagi masyarakat jika tinggal jauh dari pusat layanan.

Dengan kondisi tersebut, total tenaga kesehatan di Pesisir Barat tercatat hanya sekitar 806 orang. Jumlah ini terdiri dari tenaga medis 49 orang, tenaga keperawatan 208 orang, tenaga kebidanan 350 orang, tenaga kefarmasian 55 orang, tenaga kesehatan masyarakat 30 orang. Selain itu, tenaga kesehatan lingkungan 25 orang, tenaga gizi 23 orang, tenaga keterapian 1 orang, tenaga keteknisan medis 32 orang, serta tenaga teknik biomedika 33 orang.

Dari total tersebut, Pesisir Barat menempati posisi pertama sebagai daerah dengan jumlah tenaga kesehatan paling sedikit di Provinsi Lampung, sehingga masih membutuhkan perhatian dalam pemerataan tenaga kesehatan.

Ketimpangan jumlah tenaga kesehatan di berbagai daerah di Lampung menunjukkan masih perlunya upaya pemerataan lebih serius. Dengan kondisi wilayah beragam, distribusi tenaga kesehatan menjadi kunci penting agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan layak, cepat, dan merata di setiap daerah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More