2 Mahasiswi Terseret Arus Sungai Ditemukan 7,64 Km dari Lokasi Hanyut

- Dua mahasiswi Universitas Lampung ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Batu Putu, Wira Garden, Bandar Lampung.
- Tim SAR gabungan menemukan korban di muara Pulau Pasaran, sekitar 7,64 kilometer dari lokasi awal kejadian setelah pencarian intensif dua hari.
- Operasi SAR resmi dihentikan usai seluruh korban ditemukan, dan Basarnas mengimbau masyarakat lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai.
Bandar Lampung, IDN Times - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua mahasiswi yang sebelumnya dilaporkan terseret arus di Sungai Batu Putu, kawasan Wira Garden, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, Kamis (2/4/3036).
Kedua korban Fatmawati (22), mahasiswi Fakultas MIPA Universitas Lampung, dan Bunga Rosana (22), yang juga tercatat sebagai mahasiswi di universitas yang sama. ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah upaya pencarian intensif yang dilakukan sejak hari pertama kejadian Selasa kemarin. Kedua korban diketahui terseret arus saat berada di kawasan sungai Wira Garden.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung diwakili Dantim Rescuer Santosa megatakan, hari kedua operasi tim SAR gabungan telah menyusun rencana operasi dengan membagi area pencarian menjadi empat sektor (SRU) yang mencakup sepanjang aliran sungai hingga muara. “Pencarian dilakukan secara sistematis mulai dari lokasi kejadian hingga ke arah hilir dengan metode penyisiran darat dan air,” ujarnya.
Sekitar pukul 11.15 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua korban di sekitar muara Pulau Pasaran, sejauh kurang lebih 7,64 kilometer dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya, korban langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi dihentikan dan dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Pihak Basarnas menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Senkom, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL), hingga masyarakat setempat.
Basarnas turut mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. “Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan dan tidak mengambil risiko yang dapat membahayakan jiwa,” jelasnya.



















