Baru Dua Hari Diperbaiki, Jalan di Bandar Lampung Rusak Lagi

- Ombudsman Lampung menemukan jalan di Bandar Lampung kembali rusak hanya dua hari setelah diperbaiki dengan metode hotmix, menandakan kualitas pekerjaan yang perlu dievaluasi.
- Warga di Jalan Ratu Dibalau terpaksa menutup lubang jalan secara mandiri demi keselamatan, karena perbaikan sebelumnya cepat rusak dan sering menyebabkan kecelakaan.
- Ombudsman menilai perlunya SOP jelas dan transparansi informasi proyek perbaikan jalan agar mutu pekerjaan terjamin serta masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaannya.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi sejumlah ruas jalan di Kota Bandar Lampung kembali menuai sorotan. Perbaikan yang baru saja dilakukan bahkan tidak bertahan lama.
Di salah satu titik, jalan yang diperbaiki dua hari lalu kini sudah kembali berlubang. Temuan ini muncul setelah Ombudsman RI Perwakilan Lampung meninjau langsung beberapa titik jalan rusak, Senin (9/3/2026).
Peninjauan dilakukan karena keluhan masyarakat yang menilai kualitas perbaikan jalan tidak bertahan lama. Dalam pemantauan tersebut, tim Ombudsman menemukan kerusakan di kawasan Jalan Pulau Damar dan Jalan Ratu Dibalau.
Di dua lokasi ini, badan jalan dipenuhi lubang cukup besar yang berpotensi membahayakan pengendara serta mengganggu aktivitas lalu lintas harian.
1. Baru dua hari aspal metode hotmix sudah rusak

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Lampung, Nur Rakhman Yusuf, mengatakan warga di Jalan Pulau Damar menyebut perbaikan jalan baru dilakukan sekitar dua hari lalu menggunakan metode pengaspalan hotmix. Namun kondisi jalan sudah kembali rusak.
Menurutnya, meski perbaikan tergolong baru, permukaan jalan belum sepenuhnya baik. Beberapa lubang besar kembali muncul dan belum tertutup sempurna sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
“Perbaikannya masih baru, tetapi di beberapa titik lubang sudah muncul lagi. Artinya kualitas pekerjaan perlu diperhatikan agar tidak cepat rusak,” kata Nur Rakhman, Rabu (11/3/2026).
2. Warga inisiatif menutup lubang jalan secara mandiri

Situasi serupa juga ditemukan di Jalan Ratu Dibalau. Berdasarkan keterangan warga sekitar, ruas jalan tersebut sebelumnya diperbaiki sekitar tiga hingga empat bulan lalu. Namun kini sejumlah titik kembali berlubang.
Karena khawatir memicu kecelakaan, sebagian warga bahkan berinisiatif menutup lubang jalan secara mandiri menggunakan material seadanya. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas setiap hari.
Nur Rakhman mengatakan, warga juga mengeluhkan jalan berlubang tersebut kerap menjadi penyebab kecelakaan, terutama pada sore hari ketika arus kendaraan sedang padat.
“Masyarakat berharap perbaikan tidak hanya tambal sulam, tetapi dilakukan secara menyeluruh dengan kualitas pekerjaan yang benar-benar baik,” katanya.
3. Perlu ada SOP yang jelas pelaksanaan pekerjaan jalan

Nur menambahkan, pada 2025 Ombudsman Lampung sebenarnya telah melakukan kajian terkait pelayanan infrastruktur. Dari kajian tersebut ditemukan sejumlah aspek tata kelola yang perlu diperbaiki.
Salah satunya soal transparansi informasi. Pemerintah daerah dinilai perlu mempublikasikan daftar ruas jalan yang akan diperbaiki, baik melalui website maupun media sosial, agar masyarakat bisa ikut melakukan pengawasan.
Selain itu, ia menilai perlu ada standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pelaksanaan pekerjaan jalan. SOP tersebut penting untuk memastikan setiap tahapan pengerjaan berjalan sesuai prosedur sehingga kualitas hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.
Nur juga menekankan pentingnya uji laik fungsi sebelum jalan digunakan masyarakat. Hal ini mencakup pengecekan kualitas perkerasan jalan, ketersediaan rambu, hingga penerangan jalan.
“Uji laik fungsi penting agar keamanan dan keselamatan pengguna jalan benar-benar terjamin. Kami berharap tata kelola pelayanan infrastruktur di Kota Bandar Lampung bisa terus diperbaiki,” ujarnya.


















