Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

XLSMART Kelola Sampah 2,2 Ton dengan Konsep Zero Waste

XLSMART Kelola Sampah 2,2 Ton dengan Konsep Zero Waste
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). (Dok. XLSMART).
Intinya Sih
  • XLSMART DAY 2026 di ICE BSD jadi ajang penerapan prinsip ESG dengan konsep Zero Waste to Landfill, edukasi jejak karbon, dan pengumpulan e-waste bagi karyawan serta publik.
  • Sebanyak 2.231 kilogram sampah berhasil dikelola tanpa berakhir di TPA melalui daur ulang, kompos, dan RDF, sekaligus menghindari emisi sekitar 4.100 kilogram CO₂e.
  • Inisiatif e-waste menghasilkan 31 kilogram limbah elektronik terkelola dan 189 partisipan menghitung emisi karbon pribadi lewat carbon calculator, sebagian besar ikut aksi offset penanaman pohon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Gelaran XLSMART DAY berlangsung 25 April 2026 di ICE BSD Hall 1–3A dijadikan momentum PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)

Pascakegiatan, perusahaan tidak hanya menghadirkan pengalaman kebersamaan bagi karyawan dan publik, tetapi juga membangun ekosistem event berkelanjutan. Itu mencakup pengelolaan sampah berbasis Zero Waste to Landfill, pengumpulan sampah elektronik atau e-waste, serta edukasi pengunjung mengenai jejak karbon pribadi melalui carbon calculator.

1. Ada tantangan

ilustrasi tantangan (pexels.com/Анна Рыжкова)
ilustrasi tantangan (pexels.com/Анна Рыжкова)

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, penyelenggaraan event berskala besar XLSMART Day memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah, konsumsi energi, mobilitas pengunjung, dan penggunaan material.

Dalam pelaksanaannya, XLSMART berkolaborasi dengan Waste4Change untuk menerapkan pengelolaan sampah Zero Waste to Landfill. Sampah yang dihasilkan selama acara dipilah langsung berdasarkan kategori organik, anorganik, dan plastik.

Selanjutnya, sampah tersebut dikelola melalui proses daur ulang, pengolahan menjadi kompos dan pakan ternak, serta pemanfaatan sebagai bahan bakar alternatif atau Refuse-Derived Fuel (RDF), sehingga tidak ada sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

2. Sebanyak 2.231 kilogram sampah berhasil dikelola

ilustrasi sampah plastik (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi sampah plastik (pexels.com/SHVETS production)

Merza mengatakan, dari penyelenggaraan XLSMART DAY, tercatat sebanyak 2.231 kilogram sampah berhasil dikelola. Dari jumlah tersebut, 51 persen didaur ulang menjadi material baru; 1 persen diolah menjadi kompos dan pakan ternak, serta 48 persen dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif atau RDF.

"Melalui pengelolaan tersebut, XLSMART berhasil menghindari estimasi emisi karbon sekitar 4.100 kilogram CO₂e. Selain pengelolaan sampah, XLSMART juga menghadirkan E-Waste Drop Box bekerja sama dengan Remind," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

Inisiatif ini mengajak karyawan dan pengunjung untuk mendonasikan perangkat elektronik lama, seperti handphone, charger, kabel, baterai, laptop, hingga perangkat elektronik kecil lainnya. Sistem pengumpulan dilengkapi dengan pencatatan dan kategorisasi data untuk memastikan proses pengelolaan e-waste berjalan lebih terukur.

3. Ada 189 partisipan mengikuti penghitungan emisi karbon melalui carbon calculator

ilustrasi pengurangan emisi karbon (pexels.com/Tony Mrst)
ilustrasi pengurangan emisi karbon (pexels.com/Tony Mrst)

Dari inisiatif tersebut, terkumpul sekitar 31 kilogram e-waste yang terdiri dari 22 jenis perangkat elektronik. Sampah elektronik yang terkumpul didominasi oleh kabel, charger, dan aksesori elektronik kecil, dengan estimasi emisi tereduksi sebesar 77,43 kilogram CO₂e.

Untuk meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap dampak aktivitas harian terhadap lingkungan, XLSMART juga berkolaborasi dengan Jejakin dalam menghadirkan carbon calculator. Melalui fasilitas ini, pengunjung dapat menghitung emisi karbon dari aktivitas mereka, termasuk transportasi dan penggunaan energi, serta mendapatkan opsi untuk berkontribusi dalam aksi offset karbon.

Tercatat sebanyak 189 partisipan mengikuti penghitungan emisi karbon melalui carbon calculator. Dari jumlah tersebut, 54,5 persen partisipan melanjutkan ke aksi offset karbon melalui dukungan terhadap program penanaman pohon. Total emisi yang terukur dari pengunjung mencapai 2,4 ton CO₂e, setara dengan kebutuhan penanaman sekitar 249 pohon mangrove.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More