Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KA Limex Sriwijaya Beroperasi Kembali? Ini Kata KAI Tanjungkarang

KA Limex Sriwijaya Beroperasi Kembali? Ini Kata KAI Tanjungkarang
Aktivitas penumpang dan kereta api di wilayah Divre IV Tanjungkarang. (Dok. KAI Tanjungkarang).
Intinya Sih
  • Pemerintah telah menerbitkan izin operasional KA Limex Sriwijaya melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 39 Tahun 2025, menandai langkah awal menuju pengoperasian kembali rute Kertapati–Tanjungkarang.
  • KAI Divre IV Tanjungkarang masih menyiapkan Gapeka dan rangkaian kereta baru karena armada lama telah dialihkan ke Pulau Jawa, sehingga jadwal operasional belum bisa ditentukan.
  • Proses kajian terus dilakukan mencakup kesiapan teknis, potensi pasar penumpang, serta aspek komersial agar layanan KA Limex Sriwijaya dapat berjalan optimal sesuai kebutuhan masyarakat Sumatra Selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Kabar bakal beroperasinya kembali Kereta Api Lintas Malam Express (Limex) Sriwijaya rute Kertapati-Tanjungkarang mulai mendapat titik terang. PT KAI Divre IV Tanjungkarang menyebut izin operasional layanan kereta tersebut sudah kembali diterbitkan pemerintah.

Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari mengatakan, izin operasional KA Limex Sriwijaya telah masuk dalam Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 39 Tahun 2025 tentang Izin Operasi Sarana Perkeretaapian Umum PT KAI.

Namun, pengoperasian kembali disebut masih menunggu sejumlah tahapan penting, mulai dari Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) hingga kesiapan rangkaian kereta.

“Nah, itu yang baru muncul ialah izin operasional. Jadi izin operasional itu menuju dijalankan kembali masih banyak proses-proses lainnya,” ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

1. Gapeka dan rangkaian kereta masih dipersiapkan

Potret aktivitas penumpang kereta api di Divre IV Tanjungkarang. (Dok. KAI Tanjungkarang).
Potret aktivitas penumpang kereta api di Divre IV Tanjungkarang. (Dok. KAI Tanjungkarang).

Zaki menjelaskan, salah satu syarat utama sebelum KA Limex kembali melayani penumpang ialah tersedianya Gapeka atau Grafik Perjalanan Kereta Api. Menurutnya, Gapeka menjadi acuan penting terkait jadwal keberangkatan, persilangan, hingga pemberhentian kereta di setiap stasiun.

Selain Gapeka, KAI juga masih menunggu kesiapan rangkaian kereta yang akan digunakan dan dioperasikan untuk melayani rute Kertapati-Tanjungkarang tersebut.

"Rangkaian lama KA Limex sebelumnya telah dialihkan ke Pulau Jawa, sehingga kami masih menunggu alokasi armada baru. Jadi tidak serta-merta langsung beroperasi," ucapnya.

2. Pengoperasian kembali masih dalam proses kajian

Aktivitas penumpang kereta api Divre IV Tanjungkarang di masa angkutan Nataru 2024/2025. (Dok. KAI Tanjungkarang).
Aktivitas penumpang kereta api Divre IV Tanjungkarang di masa angkutan Nataru 2024/2025. (Dok. KAI Tanjungkarang).

Lebih lanjut Zaki menyebutkan, KAI masih menghitung berbagai aspek sebelum mengoperasikan kembali KA Limex Sriwijaya. Termasuk kebutuhan rangkaian hingga potensi pasar penumpang.

Menurutnya, aspek komersial seperti kemampuan dan minat masyarakat menggunakan layanan tersebut juga menjadi bahan pertimbangan perusahaan.

“Itu kan bahasanya willingness to pay, ability to pay, harus kami perhitungkan juga. Tapi yakinlah, KAI terus menerima aspirasi masyarakat yang berharap layanan kereta lintas malam tersebut kembali beroperasi," ucap dia.

Pasalnya, permintaan pengaktifan kembali KA Limex disebut juga menjadi bagian upaya KAI dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat di lintas Kertapati-Tanjungkarang, terutama wilayah tengah Sumatra seperti Baturaja hingga Prabumulih.

“Permintaan dari KAI dalam artian, untuk memfasilitasi kebutuhan transportasi umum di antara Kertapati dan Tanjungkarang,” tambahnya.

3. KAI sebut persiapan butuh waktu

Aktivitas penumpang kereta api Divre IV Tanjungkarang di masa angkutan Nataru 2024/2025. (Dok. KAI Tanjungkarang).
Aktivitas penumpang kereta api Divre IV Tanjungkarang di masa angkutan Nataru 2024/2025. (Dok. KAI Tanjungkarang).

Zaki menambahkan, pengoperasian kembali KA Limex Sriwijaya tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan banyak persiapan teknis dan operasional sebelum akhirnya layanan resmi berjalan.

“Persiapan di sana butuh waktu yang tidak sedikit. Gapekanya belum ada, rangkaiannya belum siap, dan sebagainya,” imbuh Zaki.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More