Dibantai Bali 4-1, Pelatih Bhayangkara Kritik Lini Depan dan Belakang

- Bhayangkara Presisi Lampung FC kalah 4-1 dari Bali United, meski sempat tampil dominan di awal laga namun gagal memanfaatkan peluang emas menjadi gol.
- Pelatih Paul Munster menyoroti lemahnya penyelesaian akhir dan kesalahan fatal di lini belakang yang membuat timnya kebobolan empat kali.
- Kapten Wahyu Subo Seto menyatakan tim akan segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki performa pada pertandingan berikutnya.
Bandar Lampung, IDN Times – Bhayangkara Presisi Lampung FC mengakui keunggulan Bali United usai kalah telak 4-1 pada pekan ke-33 Super League Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (17/5/2026).
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, anak asuhnya tampil cukup baik pada awal pertandingan. Namun gagal memanfaatkan peluang emas menjadi gol.
“Kami bermain sangat baik pada 20 hingga 25 menit pertama. Kami punya peluang besar untuk mencetak gol, tetapi tidak bisa memanfaatkannya. Setelah itu situasi justru berbalik dan kami kebobolan,” katanya dalam konferensi pers usai pertandingan.
1. Bhayangkara gagal manfaatkan peluang

Munster mengatakan, timnya berusaha tampil menekan pada babak kedua. Namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama hingga akhirnya gagal mengejar ketertinggalan.
“Di babak kedua kami menekan, tetapi tidak cukup klinis. Bali punya peluang dan mereka berhasil mencetak gol. Saya percaya kalau peluang kami bisa dimaksimalkan, kami bisa memenangkan pertandingan ini,” ujarnya.
Ia menilai, pertandingan ditentukan oleh detail kecil, terutama soal efektivitas memanfaatkan peluang di depan gawang. “Bali memanfaatkan peluang mereka, sedangkan kami tidak,” tambahnya.
2. Soroti kesalahan lini belakang

Selain finishing, Munster juga menyoroti performa lini pertahanan timnya yang dinilai melakukan sejumlah kesalahan fatal sepanjang laga.
Menurutnya, dua gol awal Bali United terjadi karena beberapa pemain tidak menjalankan tugas sesuai instruksi pelatih.
“Kami sebenarnya tahu bagaimana cara bermain Bali. Tapi beberapa pemain tidak menjalankan tugasnya dan itu menjadi masalah bagi kami,” ucapnya.
Ia juga menyinggung proses terjadinya gol ketiga dan keempat yang dinilai lahir akibat kesalahan sendiri.
“Gol ketiga karena kami gagal membuang bola. Gol keempat karena garis pertahanan tidak cukup baik untuk menerapkan offside trap,” jelasnya.
3. Wahyu Subo Seto janji evaluasi tim

Kapten Bhayangkara Presisi Lampung FC, Wahyu Subo Seto, mengatakan timnya akan segera melakukan evaluasi usai kekalahan tersebut.
“Kami kalah dan akan kembali melakukan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya,” katanya.



















