Cerita Tukang Nasi Goreng di Bandar Lampung Bergelut dengan Pencuri Motor

- Ketut, pedagang nasi goreng di Bandar Lampung, berhasil menggagalkan pencurian motor miliknya setelah terlibat perkelahian dan kejar-kejaran dengan dua pelaku pada dini hari.
- Kapolresta Bandar Lampung, Alfret Jacob Tilukay, memberikan apresiasi atas keberanian Ketut serta dukungan warga yang membantu menangkap salah satu pelaku di lokasi kejadian.
- Satu pelaku berinisial AF telah ditangkap, sementara rekannya masih diburu polisi; keduanya diduga bagian dari jaringan pencurian motor yang kerap berganti anggota.
Bandar Lampung, IDN Times - Aksi berani dilakukan seorang pedagang nasi goreng bernama Ketut (65) di Kota Bandar Lampung. Ia berhasil menggagalkan upaya pencurian sepeda motor miliknya setelah sempat terlibat perkelahian dengan pelaku.
Peristiwa pencurian itu terjadi lapak usahanya terletak di Jalan Tirtayasa tepat depan SMK 5 Bandar Lampung, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Ketut mengungkapkan, aksi pencurian itu berlangsung saat ia sedang bersiap untuk menutup lapaknya. Di tengah aktivitas mencuci piring dan membereskan peralatan masak, ia sekilas sudah menaruh curiga terhadap gerak-gerik dua orang pria mengintai di sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya, pelaku sama sekali tidak berniat membeli dagangannya, melainkan hanya memantau situasi. Saat Ketut lengah sedikit, salah satu pelaku langsung beraksi mengeksekusi motor korban.
"Jadi begitu dia tarik motornya, saya lihat motor sudah terbalik. Langsung saya kejar dan saya tendang sampai dia jatuh ke parit," ujarnya dimintai keterangan di Mapolresta Bandar Lampung, Jumat (3/4/2026).
1. Ketut dan pelaku sempat kejar-kejaran

Tak menyerah begitu saja, pelaku sempat bangun dan mencoba melarikan diri setelah jatuh ke parit. Alhasil, aksi kejar-kejaran sempat mewarnai peristiwa sebelum berujung dramatis ketika pelaku mencoba menghentikan pengendara motor lain, namun justru dilumpuhkan setelah ditabrak oleh motor rekan pedagang bakso yang ikut membantu pria paruh baya tersebut.
"Jadi pelakunya ini ada dua. Yang berhasil tertangkap ini yang coba ambil motor saya, sementara temannya yang menunggu di atas motor mereka berhasil melarikan diri," jelas di hadapan petugas.
Meskipun sempat terjadi pergulatan sengit, beruntung pelaku tidak sempat mengeluarkan senjata tajam maupun senjata api saat kejadian. Kemudian massa berada di sekitar lokasi dengan cepat langsung berkerumun membantu mengamankan pelaku, sebelum akhirnya diserahkan ke pihak berwajib.
2. Kapolresta apresiasi keberanian Ketut

Terkait peristiwa tersebut, Kapolresta Bandar Lampung, Alfret Jacob Tilukay memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap keberanian Ketut dalam menggagalkan pelaku aksi pencurian di wilayah hukum setempat..
“Luar biasa, jaraknya hanya beberapa langkah tapi masih sempat mengejar dan melumpuhkan pelaku. Ini keberanian yang patut diapresiasi,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas peran masyarakat yang turut membantu mengamankan pelaku di lokasi kejadian. “Terima kasih sudah membantu kami. Semoga sehat selalu dan usahanya lancar,” tambah dia.
3. Identitas rekan pelaku telah dikantongi

Berdasarkan hasil penyelidikan perkara, Alfret menambahkan, satu dari dua orang pelaku telah ditangkap dalam perkara ini berinisial AF. Sementara rekannya masih dalam pengejaran petugas telah dikantongi identitasnya.
Lebih lanjut kedua pelaku dalam melancarkan aksinya dengan modus berburu kendaraan roda dua di wilayah Bandar Lampung yang dianggap mudah dicuri dan lengah dari pengawasan pemiliknya.
“Pelaku melakukan hunting, mereka mengamati lokasi parkir. Ada yang berperan sebagai eksekutor dan ada yang mengawasi,” jelasnya.
4. Tergabung jaringan curanmor

Alfret menambahkan, kedua pelaku pencurian sepeda motor ini merupakan bagian dari jaringan kerap bergonta-ganti anggota saat beraksi. Oleh karenanya, petugas masih terus mendalami kasus tersebut.
"Ya, kami menjerat pelaku yang telah diamankan dengan Pasal 477 KUHP, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tegas Kapolresta.



















