Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Terendam Banjir, 2.429 Ha Sawah Warga di Lampung Timur Terancam Puso

Terendam Banjir, 2.429 Ha Sawah Warga di Lampung Timur Terancam Puso
Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).
Intinya Sih
  • 2.429,6 Ha lahan persawahan di Lampung Timur terancam gagal panen akibat banjir hebat
  • 337 kepala keluarga dan 1.029 jiwa tersebar di 15 desa terdampak banjir
  • BPBD memberikan bantuan logistik dan mendata petani untuk ganti rugi kepada Presiden Prabowo Subianto
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Timur, IDN Times - Lahan persawahan seluas 2.429,6 hektare (Ha) milik warga di Kabupaten Lampung Timur terancam gagal panen atau puso pasca. Penyebabnya, terdampak bencana banjir hebat melanda pada akhir pekan kemarin.

Berdasarkan data BPBD Lampung Timur, ribuan hektare sawah ini tersebar di 6 kecamatan Lampung Timur meliputi Way Bungur, Batanghari, Sekampung Udik, Waway Karya, Bumi Agung, hingga Jabung.

Rinciannya, wilayah terluas terdampak di Sekampung Udik seluas 800 Ha, Waway Karya (610 Ha), Jabung (452 Ha), Way Bungur (317,6 Ha), Bumi Agung (200 Ha), Batanghari (50 Ha).

1. Terdata 337 kepala keluarga terdampak banjir

Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).
Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).

Selain lahan persawahan, BPBD Lampung Timur juga menghimpun bencana banjir juga merendam rumah sebanyak 337 kepala keluarga (KK) mengakibatkan berdampak pada 1.029 jiwa. Jumlah itu tersebar di 15 desa Kabupaten Lampung Timur.

Desa-desa terdampak terjadi Desa Sukadana Pasar di Kecamatan Sukadana; Tanjung Tirto (Way Bungur); Banjar Rejo, Balek Kencono (Batanghari); Sidomulyo, Sidomukti (Sekampung); Gunung Agung, Sindang Anom (Sekampung Udik); Sumber Rejo, Mekar Karya, Sido Rahayu, Jembrana (Waway Karya); Way Areng (Bumi Agung); Raman Fajar (Raman Utara); Mekar Jaya (Jabung).

2. Petugas bantu warga bersih-bersih

Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).
Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).

Terkait pencatatan ini, Kepala Pelaksana BPBD Lampung Timur, Thabrani Hasyim mengatakan, petugas masih terus mendata terhadap para warga terdampak bencana banjir disebabkan intensitas curah hujan tinggi tersebut.

Selain itu, ia telah memerintahkan Tim BPBD melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta anggota Satgas PB, untuk melakukan evakuasi monitoring hingga membantu aktivitas warga.

"Tim masih proses pembersihan, kami bekerja sama dengan semua pihak-pihak terkait untuk proses ini," katanya.

3. Salurkan bantuan makanan siap saji hingga sembako

Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).
Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).

Selain membantu warga terdampak, Thabrani menambahkan, BPBD telah memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji hingga kebutuhan sembako, serta mendirikan tenda untuk dapur umum.

"Tim BPBD masih turun sampai saat ini, tim juga masih ada yang berada di lokasi masing-masing kejadian banjir," imbuhnya.

4. BNPB bakal ajukan ganti rugi lahan pertanian

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Lukmansyah usai meninjau korban banjir di Kampung Pasar Ambon, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Lukmansyah usai meninjau korban banjir di Kampung Pasar Ambon, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Disinggung terkait kondisi ini, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Lukmansyah mengatakan, BNPB turut memberikan fokus perhatian kepada para petani terdampak lahan pertanian ikut terendam banjir.

Upayanya, dengan cara mendata lahan pertanian dan bakal mengajukan langkah ganti rugi kepada Presiden Prabowo Subianto, sehingga dapat membantu kerugian para petani ikut menjadi korban banjir.

"Pengalaman kita tahun lalu, bagi yang gagal panen akan kita bantu mengajukan ke pak presiden untuk dilakukan ganti rugi. Ini diperuntukkan bagi tanaman telah ditanam setelah satu bulan, nanti ini yang akan distimulasikan akan diganti," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna
Follow Us

Latest News Lampung

See More