SMA PJJ dan SMA Terbuka Hadir di Lampung, Solusi Anak Putus Sekolah?

- Pemprov Lampung meluncurkan program SMA PJJ dan SMA Terbuka untuk memperluas akses pendidikan menengah serta menekan angka putus sekolah di wilayahnya.
- SMA PJJ ditujukan bagi usia 16–18 tahun dengan sistem belajar 70 persen daring dan 30 persen tatap muka, menghasilkan ijazah resmi dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
- SMA Terbuka memberi fleksibilitas bagi usia 16–21 tahun dengan dua kali tatap muka per minggu, sementara pemerintah desa diminta memperbarui data pendidikan warga demi kebijakan yang tepat sasaran.
Lampung Timur, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meluncurkan dan memperkenalkan program SMA Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan SMA Terbuka dalam upaya memperluas akses pendidikan menengah.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, kedua program tersebut disiapkan sebagai solusi bagi anak-anak putus sekolah, agar tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.
"Program ini dihadirkan sebagai solusi untuk menekan angka putus sekolah, sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
1. SMA PJJ diperuntukkan bagi usia 16-18 tahun

Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Mirza menyampaikan, pemerintah daerah menghadirkan Program SMA Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang diselenggarakan melalui SMA Negeri 2 Bandar Lampung.
Menurutnya, program ini ditujukan bagi anak putus sekolah berusia 16-18 tahun yang telah lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya minimal satu tahun. Kemudian proses belajar dilakukan dengan komposisi 70 persen secara daring dan 30 persen tatap muka.
"Jadi lulusan program ini akan memperoleh ijazah resmi dari SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung," ucap dia.
2. SMA Terbuka beri fleksibilitas belajar

Selain SMA PJJ, Mirza melanjutkan, Pemprov Lampung juga membuka Program SMA Terbuka bagi para anak putus sekolah berusia 16-21 tahun. Berbeda dengan PJJ, program ini menerapkan sistem pembelajaran tatap muka sebanyak dua kali dalam sepekan.
Tujuannya, untuk memberikan fleksibilitas bagi para peserta didik yang memiliki aktivitas lain, namun tetap ingin menyelesaikan dan menamatkan pendidikan menengah.
"Harapanya baik program SMA PJJ maupun Terbuka sebagai solusi untuk menekan angka putus sekolah dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat," katanya.
3. Minta pemerintah desa perbarui data pendidikan warga

Selain menghadirkan SMA PJJ dan SMA Terbuka, Mirza menambahkan, Pemprov Lampung juga akan menjalankan Program Satu Desa Satu Sarjana mulai tahun depan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico mengatakan, masih terdapat sekitar 500 ribu data pendidikan warga di Kabupaten Lampung Timur yang belum diperbarui pada dokumen administrasi kependudukan.
"Kami minta pemerintah desa membantu masyarakat memperbarui data pendidikan pada Kartu Keluarga, agar sesuai dengan kondisi sebenarnya. Data yang akurat akan mendukung penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan IPM (indeks pembangunan manusia)," imbuh Thomas.




















